Oppie Andaresta

Nama :
Ovie Ariesta

Lahir :
Jakarta, 20 Januari 1973

Pendidikan :
SMA Negeri 26  Jakarta (1990),
Jurusan Seni Musik, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jakarta (Keluar),
Jurusan Jurnalistik, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta (Keluar),
Jurusan Manajemen Pemasaran, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadharma, Jakarta

Pencapaian :
juara 1 Festival Pop Singer DKI Jakarta (1985),
Finalis Suara Remaja Vinolia, Videoklip terbaik dan favorit dalam Video Musik Indonesia (1993),
Penyanyi Solo Terbaik dengan lagunya ‘Nanana, dalam Anugerah Musik Indonesia/AIM (1998)

Album :
Satu Macam Saja
(Single, 1990),
Albumnya Oppie (1993),
Bidadari Badung (1995),
Berubah (1998),
Hitam Ke Putih (2001),
Lagu Bagusnya Oppie (2003)
I Am Single, I Am Very Happy (single 2009),
Tentang Perempuan (2010),
Dengan Hati Senang (2011)

Filmografi :
Kuldesak (1998),
Cinta Setaman (2008)

Seniman Musik
Oppie Andaresta

Bernama asli Ovie Ariesta. Lahir di Jakarta, 20 Januari 1973. Wanita berdarah Minangkabau ini dikenal sebagai penyanyi yang banyak membawakan lagu-lagu bernuansa kritik sosial. Pendikannya ditempuh di SMA Negeri 26, Jakarta (1990), Jurusan Seni Musik, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jakarta (Keluar), Jurusan Jurnalistik, Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta (Keluar), Jurusan Manajemen Pemasaran, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadharma, Jakarta.

Sebelum dikenal sebagai Oppie, ia pernah merilis single ‘Satu Macam Saja’ (1990) dengan nuansa pop-rock. Ia juga sempat duet dengan Mayangsari lalu bertrio dengan Mayangsari dan Lady Avisha membawakan lagu-lagu slow rock dan sempat juga membawakan lagu pop ala Deddy Dhukun. Namanya mulai melejit kala merilis album pertamanya sebagai Oppie Andaresta yang bertajuk ‘Albumnya Oppie’ (1993). Judul album yang tepat, karena selain diproduseri sendiri, lagu-lagunya juga sebagian ditulis sendiri, dan warna musiknya memang beda dengan yang selama ini dibawakan olehnya. Single andalannya ‘Cuma Khayalan’ langsung menjadi hits kala itu. Tembang andalan lain dari album ini adalah ‘Cuma Karena Aku Perempuan’ dan ‘Pasir Putih’.

Setelah itu, ia kembali berkarya di dunia tarik suara Indonesia, dengan merilis beberapa album lainnya, seperti ‘Bidadari Badung’ (1995) dan ‘Berubah’ (1998). Di Album keempatnya, ‘Hitam Ke Putih’ (2001), ia berubah menjadi lebih dewasa. Album yang berisi 20 lagu dengan dua single andalan yang berjudul ‘Hanya Kau Yang Bisa’ dan ‘Aku Pernah’ ini perilisannya sempat dicekal pihak Kejaksaan Negeri, karena dalam album tersebut ada lagu yang dinilai menyindir pemerintahan saat itu.


Sirkus Barock (31 Mei 2013)

Tahun 2003, ia kembali merilis album bertajuk ‘Lagu Bagusnya Oppie’, kali ini dengan menggandeng Universal Music Indonesia. Album ini berisi dua lagu terbaru, ‘Bintang Jatuh’ dan ‘Asal Tau Sama Tau’ serta 10 lagu terdahulu dengan aransemen baru. Lagu-lagunya yang dulu kondang seperti ‘Cuma Khayalan’, ‘Na Na Na’, ‘Untung VS Buntung’, ‘Ingat-Ingat Pesan Mama’, dan ‘Cuma Karena Aku Perempuan’ hadir di ‘Lagu Bagusnya Oppie’.

Setelah lama tidak terdengar kabarnya karena sibuk  dan mengurus keluarganya. Di awal 2009, ia kembali meluncurkan singel ‘I Am Single, I Am Very Happy’. Yang berbeda dengan sebelumnya, ia tidak merilis album, melainkan hanya single. Hal ini lantaran keprihatinannya akan tingkat pembajakan album yang cukup tinggi di Indonesia. Bertepatan pada perayaan hari Kartini, 21 April 2009, perempuan yang pernah menjadi salah satu juri pada ajang kompetisi Musik Paling Aksi dan Kreatif Karang Taruna Jawa-Bali ini, kembali meluncurkan tiga single yang diperuntukkan bagi wanita Indonesia, dibuat untuk album Nina Tamam, Rika Roeslan dan Iga Mawarni. Masing-masing lagu tersebut adalah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, ‘Seperti Kartini’, dan ‘Wanita Indonesia’. Hasil penjualan tiga lagu ini disumbangkan untuk program pemberdayaan perempuan di Indonesia. Bukan kali itu saja ia turut terlibat dalam kegiatan sosial, sebelumnya ia pernah terlibat dalam pembuatan lagu anak-anak bertema lingkungan hidup untuk Greenpeace. Bahkan ia juga turut turun langsung berdiri dalam aksi Indonesia Sehat Lawan Korupsi, di Bundaran HI, Jakarta (2009).

Pada tahun 2010, ia kembali mengeluarkan sebuah album bertajuk ‘Tentang Perempuan’. Ia mengatakan, album itu merupakan bentuk dedikasinya kepada perempuan Indonesia dan melalui lagu-lagunya ia mencoba membangun kepercayaan diri perempuan dalam menjalani hidup. Di album ini ia mengajak musisi lain seperti Sania, Yacko, Tere, Fia, dan Ika (Thinkerbell). Tahun 2011, ia mengeluarkan album berjudul ‘Dengan Hati Senang’.

Atas dedikasi dan peran aktifnya di dunia musik, ia pernah memperoleh sejumlah penghargaan, diantaranya menjadi juara 1 Festival Pop Singer DKI Jakarta (1985), Finalis Suara Remaja Vinolia, Videoklip terbaik dan favorit dalam Video Musik Indonesia (1993) dan Penyanyi Solo Terbaik dengan lagunya ‘Nanana’ dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) (1998)

Selain menggeluti dunia musik, dalam perjalanan karirnya ia juga pernah menjajal dunia akting, temasuk turut mendukung pertunjukan teater dan bermain dalam film layar lebar. Di teater, Pelantun lagu perempuan yang pernah berlatih di Bengkel Teater Rendra ini, dan pernah tampil dalam pentas Maling Kondang, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (2012). Sedangkan kiprahnya di film di mulai ketika ia membintangi film perdana Riri Riza, ‘Kuldesak’ (1998), kemudian ‘Cinta Setaman’ (2008).

Menikah dengan Kurt Kaler, warga negara Amerika Serikat keturunan Jerman pada 23 September 2000 di Mesjid Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dikaruniai seorang anak laki-laki, Kai Matari Bejo Kaler yang lahir pada 20 Juli 2007. Walaupun kini bersama keluarga menyepi di bilangan Sawangan, Depok, Jawa Barat, namun ia masih terus mencipta lagu dan bernyanyi. Dia pun gigih mensosialisasikan Program Peduli Perempuan yang mengkampanyekan ‘Stop Kekerasan Terhadap Perempuan, Trafficking atau Perdagangan Perempuan

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply