Penyanyi Ellya Khadam

Penyanyi
Ellya Khadam
 
 
Bernama asli Siti Allyah Husna. Lahir di Jakarta, 23 Oktober 1938. Namanya melegenda setelah album pertamanya ’Boneka India’ (1957) meledak di pasaran. Selanjutnya demam umum terhadap lagu yang bersyair India mulai mewabah di masyarakat.

Karakter yang paling khas darinya adalah suaranya yang sangat identik dengan penyanyi-penyanyi asli dari India, aksi panggungnya yang selalu menggunakan kain sari India menjadi daya tarik tersendiri ketika ia manggung. Selain itu, jika ada yang pernah memperhatikan disaat membawakan lagu, coba di perhatikan matanya, kedipan-kedipan nakalnya seolah-olah menghipnotis mata-mata yang lain untuk ikut bergoyang, eksotis tapi sopan. Ia memang menjadikan India sebagai negara keduanya setelah Indonesia dan sudah pasti bahasa Indianya-pun fasih ia kuasai.

Sempat di juluki ratu dangdut karena kerap mengusung lagu-lagu berirama melayu yang di tambahkan dengan sentuhan India. Setelah album pertamanya ’Boneka India’ sukses di pasaran, ia kembali meluncurkan lagu-lagu yang masih berirama Melayu – India, seperti ’Vavan Kamahina Pavana Karosele’ (Bulan Ini Bahagia Kerana Cinta), ’Mandolin Maratan Dole’ (Suara Suling Memanggilmu) serta ’Sawan Ka Mahina’ (yang diambil dari film India). Lagu- lagu tersebut kembali kembali menjadi hits. Belakangan, lagu ’Sawan Ka Mahina’ di sadurnya ke dalam dangdut sunda dengan perubahan judul lagu menjadi ’Saban Ka Manehna’.

Banyak lagu-lagu yang di bawakannya yang menjadi hits dan di gemari masyarakat, antara lain ’Termenung’, ’Mengharap’, ’Beban Kasih Asmara’ dan ’Ingin Jadi Seperti Penyanyi India’. Memasuki tahun 1970-an, barulah bermunculan nama-nama baru dalam arena musik dangdut Indonesia walaupun ketika itu dangdut masih dianggap musik kelas dua. Pada waktu pedangdut Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih muncul dengan membawa pembaharuan dalam musik dangdut. Namun ia tetap populer dan lagunya tetap diminati peminat dangdut ketika itu.
 
Beberapa penyanyi dangdut senior mengakui melalui dirinya mereka mengenal musik dangdut yang sebenarnya. Seperti Mansyur S yang mengakui, belajar menyanyi pertama kali darinya sekitar tahun 1960. Begitu juga Elvy Sukaesih yang menyebut ia adalah salah satu penyanyi dangdut yang sangat dikaguminya.

Selain sebagai penyanyi, ia juga beberapa kali bermain dalam film. Pertama kali bermain dalam film ’Bapak Bersalah’ (1956), di susul ’Mak Comblang’ (1960) serta ’Ratu-Ratu Rumah Tangga’ (1966). Pada tahun 1970-an ia pernah di ajak (alm) H. Benyamin S bermain dalam film ’Biang Kerok’ (1972) hingga ’Benyamin Raja Lenong’ (1975). Tahun 1994-1995, ia bermain dalam sinetron ’Mat Beken’, yang masih dibintangi dan disutradarai oleh (alm) H. Benyamin S.
 
Penyanyi, Penulis Lagu dan Bintang Film ini wafat pada 2 Februari 2009, dan di makamkan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Pusat.
 
                                                                                                                                                           (Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Siti Allyah Husna
 
Lahir :
Jakarta, 23 Oktober 1938
 
Wafat :
Jakarta, 2 Februari 2009
 
Album :
Boneka India (1957),
Vavan Kamahina Pavana, Karosele (Bulan Ini Bahagia Kerana Cinta),
Mandolin Maratan Dole (Suara Suling Memanggilmu),
Sawan Ka Mahina,
Termenung,
Mengharap,
Beban Kasih Asmara,
Ingin Jadi Seperti Penyanyi India
 
Pencapaian :
penghargaan khusus untuk para pedangdut yang telah berjasa membesarkan dangdut (2014)
 
Filmografi :
Bapak Bersalah (1956),
Mak Comblang (1960),
Ratu-Ratu Rumah Tangga (1966),
Matahari Pagi (1968),
Dibalik Pintu Dosa (1970),
Biang Kerok (1972),
Biang Kerok Beruntung (1973),
Ratapan Si Miskin (1974),
Benyamin Raja Lenong (1975),
Buaye Gile (1975),
Ridho Allah (1977),
Dukun Kota (1978)

You may also like...