Rachmat Hidayat


Nama :
Rachmat Hidayat

Lahir :
Bandung, Jawa Barat,
1 Juli 1933

Wafat :
Bandung, Jawa Barat,
14 Juni 2015

Pendidikan :
Sekolah Rakyat
(tidak selesai)

Pencapaian :
Aktor terbaik PWI Jaya dalam film Big Village (1970),
Aktor Harapan I PWI Jaya dalam film Sanrego (1971),
Aktor Harapan II PWI Jaya dalam film Akhir Cinta di Atas Bukit (1972),
Piala Citra sebagai Aktor Pendukung Terbaik dalam film Apa Salahku (1977),
Piala Citra sebagai Aktor Utama Terbaik dalam film Pacar Ketinggalan Kereta
(1989)
Piala Citra sebagai Aktor Pendukung Terbaik dalam film Boss Carmad (FFI 1991),
Penghargaan Kesetian Profesi dari Dewan Film Nasional (1991)

Filmografi :
Toha Pahlawan Bandung Selatan (1961),
Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1962),
Teror di Sulawesi Selatan (1964),
Semusim Lalu (1964),
Liburan Seniman (1965),
Tikungan Maut (1966),
Gadis Kerudung Merah (1967),
Ja Mualim (1968),
Big Village (1970),
Ananda (1970),
Lewat Tengah Malam (1971),
Si Mamad (1972),
Ayah (1973),
Mei Lan Aku Cinta Padamu (1974),
Si Kabayan Apa Salahku (1976),
Badai Pasti Berlalu (1977),
November 1828 (1978),
Anak-anak Buangan (1979),
Kembang Semusim (1980),
Tali Merah Perkawinan (1981),
Gadis Marathon (1981),
Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982),
Gepeng Bayar Kontan (1983),
Kenikmatan (1984),
Arie Hanggara (1985),
Kasmaran (1987),
Omong Besar (1988),
Pacar Ketinggalan Kereta (1989),
Oom Pasikom (1990),
Potret (1991),
Boss Carmad (1991),
Si Kabayan Saba Metropolitan (1992),
Si Kabayan Mencari Jodoh
(1994)

Sinetron :
Saling Silang (1994),
Sahabat Pilihan,
Pondok Pak Jon,
(I-III, 1993-1995)
Halimun

Aktor Film
Rachmat Hidayat

Ia merupakan salah seorang pemain film yang mengandalkan bakat alam, tanpa dibekali pengetahuan akting secara akademis, karena pendidikan sekolah rakyat pun tidak di tamatkannya. Aktor film kelahiran Bandung, Jawa Barat, 1 Juli 1933 ini, pada mulanya tidak berniat menjadi aktor, tapi entah mengapa hatinya luluh ketika diajak oleh Masito Sitorus menemui Usmar Ismail untuk bermain dalam film ‘Toha Pahlawan Bandung Selatan’ (1961).

Sejak itulah ia sering di ajak main film oleh sutradara Usmar Ismail, antara lain dalam film, ‘Anak Perawan Di Sarang Penjamun’ (1962), yang di angkat dari roman Sutan Takdir Alisjahbana, ‘Anak-Anak Revolusi’ (1964), ‘Liburan Seniman’ (1965), ‘The Big Village’ (1970) dan ‘Ananda’ (1970).

Tahun 1964, ia memerankan Wolter Robert Monginsidi dalam film ‘Teror di Sulawesi Selatan’ yang disutradarai oleh Bambang Hermanto. Tahun 1978, ia menokohkan penjahat yang pernah beroperasi di daerah Jawa Barat pada tahun 1970-an dalam film ‘Mat Peci’. Tahun 1982, ia memerankan Duta Besar Indonesia untuk Thailand dalam film ‘Peristiwa Don Muang’ yang pengarapannya tidak sampai selesai.

Telah banyak prestasi yang diperolehnya, antara lain, Aktor terbaik (1970) lewat film ‘The Big Village’, Aktor Harapan I (1971) lewat film ‘Sanrego’, Aktor Harapan II (1972) lewat ‘Akhir Cinta di Atas Bukit’, ketiga-tiganya menurut pilihan PWI Jaya.

Untuk pertama kali ia memperoleh Piala Citra ditahun 1977 sebagai Aktor Pendukung Terbaik dalam film ‘Apa Salahku’. Puncak prestasi dialaminya ketika ia menerima Piala Citra sebagai Aktor Utama Terbaik dalam film ‘Pacar Ketinggalan Kereta’ (1989), arahan Teguh Karya. Dua tahun kemudian kembali merebut Piala Citra sebagai Aktor Pendukung Terbaik karena perannya sebagai Obing dalam film ‘Boss Carmad’ (FFI 1991). Ia juga masuk nominasi FFI dalam ‘November 1828’ (FFI 1979), ‘Tali Merah Perkawinan’ (FFI 1982), ‘Titian Serambut Dibelah Tujuh’ (FFI 1983) dan ‘Potret’ (FFI 1991).

Selain terlibat sebagai aktor, ia juga meraih Penghargaan Kesetian Profesi Dewan Fi;m Nasional tahun 1991, ia juga sudah berkali-kali di belakang kamera sebagai asisten unit dalam film ‘Ananda’ dan film ‘Dunia Belum Kiamat’ (1971), juga sebagai Produser dalam film ‘Tikungan Maut’ (1965) Dalam berorganisasi ia juga pernah menjabat Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) cabang Bandung dan pernah di calonkan sebagai ketua PARFI Pusat.

Pada Minggu pagi, 14 Juni 2014, pukul 04.30 WIB, aktor film senior ini wafat di RS. Santo Borromeus, Bandung, Jawa Barat, dalam usia 81 tahun, akibat penyakit jantung. Dimakamkan di pemakaman keluarga Bojong Kunci Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, siang harinya.

(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply