Rahayu Effendi


Aktris Film
Rahayu Effendi
 
 
 
Ibunda dari aktor film dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf ini, pertama kali terjun sebagai pemain drama. Ketika Lasmijah Hardi mengadakan pertunjukan Sumpah Palapa di Bali Room Hotel Indonesia, ia ikut ambil bagian. Kemudian ia aktif dalam teater pimpinan Rendra. Mendapat bimbingan dari Gayus Siagian dan Drs. Asrul Sani. Di dunia inilah namanya terkenal sebagai bom seksnya Indonesia.
 
Filmnya yang pertama adalah Pilihan Hati (1964), kemudian dalam film Terpikat (1965), film Fajar Menyising di Permukaan Laut (1966), film Sembilan (1967), film Rahasia Perawan (1975), film Kembang-Kembang Plastik (1977) dan flm Benci Tapi Rindu (1979).
 
Yayuk nama panggilannya, sering membawakan peranan pelacur, ibu yang galak atau istri yang judes. Ketika produksi film lesu sejak tahun 1978, ia tidak terlalu pesimistis. Ia mengatakan di tahun 1965 dan 1968 perfilman juga lesu produksi. Ia juga mengatakan artis film yang di atas 30 tahun harus lebih survive. Ia cukup sabar menunggu kebijaksanaan-kebijaksanaan Menteri Penerangan Ali Murtopo, hingga bulan Maret 1980. Peraturan yang ditunggu belum juga datang.
 
Saat ini ia hidup kecukupan memang sudah siap mental untuk hari tua. Kini hidupnya menjanda. Menikah dengan Ir. Rustam Effendi di tahun 1963, anak penyair Roestam Effendi, di kota Ciamis, Jawa Barat. Dua belas tahun kemudian mereka bercerai. Dari pernikahnnya itu, ia mendapat dua orang anak. Kedua anaknya, Bobby dan Dede, ikut ayahnya. Ia gemar kepada bunga dan pohon buah-buahan. Suasana rumahnya sejuk dengan dekorasi yang indah. Sepi di film ia menyibukkan diri dalam pementasan drama di TIM dan TVRI. Di antaranya, Jangan Kirimi Aku Bunga yang di pentaskan di TIM tahun 1979. Main Topeng Blantek di Pasar Seni, Ancol dengan lakon Mat Kicer pada September 1979.
 
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama:
Rahayu Effendi
 
Lahir :
Bogor, Jawa Barat,
30 Agustus 1942
 
Pendidikan :
SMA (Bogor),
FISIP Unpad,
Kursus Peran dan Sinematografi
 
Karier :
Pramugari Garuda Indonesia
 
Pencapaian :
Penghargaan Kesetiaan Profesi dari BP2N (1998),
Inspiring Women versi  Bukan Empat Mata (2013),
Lifetime Achievement Award dari Festival Film Bandung (2013) 
 
Filmografi :
Pilihan Hati (1964),
Terpikat (1965),
Fajar Menyising di Permukaan Laut (1966),
Sembilan (1967),
Si Gondrong (1970),
Catatan Harian Seorang Gadis (1972),
Rahasia Perawan (1975),
Kembang-kembang Plastik (1977),
Benci Tapi Rindu (1979),
Ge-er/Gede Rasa (1980),
Apa Ini Apa Itu (1981),
Halimun (1982),
 
Sinetron :
Rumah Masa Depan (1985-1988),
Diantara Dua Jendela (1986),
Jendela Rumah Kita (1989-1991),
Lahan Harapan (1992),
Jalan Membara (1994),
Potret Kami (1995),
Jalan Makin Membara II
 (1995-1996),
Jalan Makin Membara III
 (1996-1997),
Asmara dan Dara (1997),
Karenina (1997),
Dibawah Naungan Cinta (1997)
 

You may also like...

Leave a Reply