Ray Sahetapy

Seniman Teater
Ray Sahetapy
 
 
 
Lahir di Donggala, Sulawesi Tenggara, 1 Januari 1957 dengan nama Ferenc Raymon Sahetapy. Kecenderungannya pada dunia akting telah tumbuh sejak remaja. lulus dari SMA tahun 1977, Ray meneruskan sekolah di LPKJ-IKJ, bersamaan dengan Deddy Mizwar dan Didi Petet. Tak heran jika Ray disebut satu seperguruan dengan kedua aktor besar tersebut dan lulus dari sana tahun 1988.
 
Film pertamanya bertajuk ‘Gadis’arahan sutradara Nya Abbas Acub ini ia bertemu dengan Dewi Yull yang kelak menjadi istrinya. Ia juga pernah bermain di film ‘Noesa Penida’ tahun 1988 garapan Galeb Husen.
 


Laksamana Cheng Ho (2011)

Melalui film yang skenarionya di tulis Asrul Sani ini, Ray dinominasikan sebagai aktor terbaik pada FFI 1989. Pernah dinominasimonkan sebanyak tujuh kali diajang yang sama, yakni melalui film ‘Ponirah Terpidana’ pada FFI 1984, ‘Secangkir Kopi Pahit’ pada FFI 1985, ‘Kerikil-kerikil Tajam’ pada FFI 1985, ‘Opera Jakarta’ pada FFI 1986, ‘Tatkala Mimpi Berakhir ‘pada FFI 1988 dan film ‘Jangan Bilang Siapa-Siapa’ pada FFI 1990.
 
Walau hanya masuk nominasi dan tak pernah meraih gelar aktor terbaik, ia mengatakan, dirinya sudah cukup puas dan sangat menikmati. “Saya hanya ingin berbakti, berekspresi, dan ingin memberi sesuatu pada orang lain”, katanya. Meski sudah tenar di film, ia tak pernah meninggalkan basis awalnya, yakni teater. Bahkan uang yang didapatkannya melalui film, mengalir lagi ke teater.

 
Ketika dunia film mengalami kemerosotan tajam, ia membangun sebuah sanggar teater di pinggiran kota, dan membentuk komunitas teater di sana. Lewat sanggarnya ini ia pernah membikin geger lantaran gagasannya tentang perlunya mengubah nama Republik Indonesia menjadi Republik Nusantara. Pada pertengahan 2006, ia kembali aktif di komunitas film. Bahkan kongres PARFI pada tahun yang sama memilihnya menjadi salah satu ketua.
 
Menikah lagi dengan Sri Respatini Kusumastuti, yang berprofesi sebagai pengajar di Institut Kesenian Jakarta dan penata tari di tahun 2004, setelah bercerai dengan Dewi Yull  ditahun yang sama.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
 Ferenc Raymon Sahetapy
 
Lahir :
Donggala,
Sulawesi Tenggara,
1 Januari 1957
 
Pendidikan :
LPKJ/IKJ (1977-1980)
 
Pencapaian :
Aktor Terbaik FFI 1989,
Aktor Pendukung Pria Terbaik Indonesian Movie Awards melalui film The Raid (2013),
Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (2015)
 
Filmografi :
Gadis (1980),
Kabut Ungu Dibibir Pantai (1981),
Dukun Ilmu Hitam (1981),
Sejuta Serat Sutra (1982),
Darah dan Mahkota (1983),
Ponirah Terpidana (1984),
Tirai Kasih (1984),
Secangkir Kopi Pahit (1984),
Hari Seorang Perawan (1984),
Pelangi di Balik Awan (1984),
Kerikil-kerikil Tajam (1984),
Kabut Perkawinan (1984),
Opera Jakarta (1985),
Melintas Badai (1985),
Sebening Kaca (1985),
Tatkala Mimpi Berakhir (1987),
Noesa Penida (1988),
Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990),
Bahwa Cinta Itu Ada (2010),
The Raid : Redemption (2011),
Dilema (2012),
Hari Ini Pasti Menang (2012),
Sang Martir (2012),
Loe Gue End (2012),
Air Terjun Pengantin Phuket (2013),
True Heart (2013),
Finding Srimulat (2013),
Hari Ini Pasti Menang (2013),
Eyang Kubur (2013),
Pukulan Maut (2014),
Sepatu Dahlan (2014) ,
Negeri Tanpa Telinga (2014),
Runaway (2014),
Haji Backpacker (2014),
Mantan terindah (2014),
Ku Kejar Cinta Ke Negeri Cina (2014),
Erau Kota Raja (2014),
2014: Siapa Diatas Presiden (2015),
Comic 8 : Casino King (2015)
 
Sinetron :
Saya Terima Nikahnya

You may also like...