Rendra Karno

Nama :
Raden Soekarno
 
Lahir :
Kutoarjo, Jawa Tengah
7 Mei 1920
 
Wafat :
Jakarta, 27 November 1983
 
Pendidikan :
MULO,
Boekhouding A,
ATNI
 
Karier :
Aktor,
Asisten Sutradara,
Pengurus PARFI
 
Filmografi :
Djembatan Merah (1940),
Angrek Bulan (1948),
Harta Karun (1949),
 Tjitra (1949),
Ratapan Ibu (1950), Damarwulan (1950),
Selamat Bertjuang, Masku! (1951),
Bunga Rumah Makan (1951), Pelarian Dari Pagar Besi (19510,
Buanga Bangsa (1951),
 Djiwa Pemuda (1951), Terbelenggu (1951),
 Rodrigo De Villa (1952),
Pedjelundup (1952),
 Chandra Dewi (1952),
 Krisis (1953),
Rentjong Dan Surat (1953),
Kafedo (1953),
Kopral Djono (1954),
 Debu Revolusi (1954),
 Lagi lagi Krisis (1955),
 Bapak Bersalah (1955),
Arni (1955),
Bertjerai Kasih (1956),
 Tiga Dara (1956),
 Sengketa (1957),
 Tjambuk Api (1958),
 Pak Prawiro (1958),
 Asmara Dara (1958), Djendrai Kantjil (1958),
Habis Gelap Terbitlah Terang (1959),
Pedjuang (1960),
Mak Tjomblang (1960),
Amor dan Humor (1961),
Bajangan di Waktu Fadjar (1962),
Masa Topan dan Badai (1963),
Ekspedisi Terakhir (1964),
Takkan Lari Gunung Dikedjar (1965),
Hutan Tantangan (1971),
Putri Solo (1974),
Sayangilah Daku (1974),
Selalu Dihatiku (1975),
Mutiara (1977),
Para Perintis Kemerdekaan (1977),
Cintaku Tergadai (1977),
Petualangan Cinta (1978),
 Bersemi Diakhir Badai (1978)
Kembang Semusim (1980)
 
Penghargaan :
Pemain Pembantu Terbaik FFA tahun 1963 di Tokyo dalam film Bajangan Diwaktu Fadjar”(1962)


Aktor Film
Rendra Karno
 
 
 
Lahir dengan nama Raden Soekarno di Kutoarjo, pernah bekerja sebagai asisten Boekhouder atau Asisten Pembukuan adalah jabatan yang tinggi pada masa penjajahan. Tapi tahun 1941 Raden Soekarno tertarik untuk main film.
 
Waktu itu ada imbauan kepada pemuda terpelajar untuk main film, guna mengangkat nama perfilman, karena dunia film masa itu isinya sebagian besar berpendidikan rendah bahkan buta huruf. Soekarno bukan saja terpelajar, tapi juga bertitel Raden. Ia langsung pegang peran utama dalam Mega Mendoeng (1941). Sejak itu ia tidak bisa lepas lagi dari jabatan pemain.
 
Pada masa Jepang dan Revolusi Rd. Soekarno main di pentas panggung. Kembali main film tahun 1948 dalam film Anggrek Bulan, menyusul main dalam film Usmar Ismail pertama Harta Karun, lalu Tjitra pada 1949. Namanya menjadi sangat menonjol ketika ia membawakan peranan komedi dalam Krisis (1953). Sejak itu dia berganti nama menjadi Rendra Karno, karena adanya anjuran Presiden RI pertama, Soekarno agar jangan menggunakan nama asing dan berbau feodal. Raden ia jadikan Rendra.
 
Ayah dari Rita Subowo, Ketua Umum KONI periode 2007-2011 ini terpilih sebagai Pemain Pembantu Terbaik dalam film Bajangan Diwaktu Fadjar (1962) pada Festival Film Asia 1963 di Tokyo. Sempat aktif sebagai pengurus Persatuan Artis Film Indonesia dan menikah dengan Djuriah yang juga aktris kondang dizamannya.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply