Roy Marten

Aktor Film
Roy Marten

Merupakan anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Abdul Salam dan Nora, lahir di Magelang, Jawa Tengah, 1 Maret 1952. Bernama asli Roy Witjaksono Abdul Salam. Berlatar belakang pendidikan SMA. Sebelum terjun ke dunia layar perak, ia adalah peragawan. Pernah memenangkan King Boutique di Jawa Tengah. Adik kandung dari aktor Rudy Salam ini kemudian hijrah ke Jakarta.

Film pertama yang di bintanginya adalah ‘Bobby’ (1974). Setelah itu ia bermain dalam film ‘Rahasia Gadis’ (1975), dan film ‘Kenangan Desember’ (1976). Namanya mulai cemerlang ketika membintangi film ‘Cintaku di Kampus Biru’ (1976). Tahun 1977, namanya termasuk sebagai salah satu dari kelompok bintang The Big Five, bersama Yati Octavia, Robby Sugara, Doris Callebaute dan Yenny Rachman. Disebut demikian karena kelimanya dapat menentukan honor terbesar saat itu, 5 juta rupiah sekali main film. Ditahun 1977 pula, ia tercatat membintangi film terbanyak sepanjang kariernya.

Kerap berpasangan dengan Yenny Rachman dalam setiap film. Kurang lebih 16 judul film telah mereka mainkan bersama dan sebagian besar mencapai box office. Diantaranya main dalam dua film yang paling fenomenal kala itu, ‘Akibat Pergaulan Bebas’ (1977) yang meraih Film Terlaris di Jakarta tahun 1978  dan film Kabut Sutra Ungu’ (1979) yang dinobatkan sebagai film terlaris di Jakarta tahun 1980-an serta meraih Piala Antemas untuk kategori Film Terlaris pada FFI 1980.

Pernah menjadi produser yang menghasilkan film ‘Roda-Roda Gila’ (1978), ‘Ali Topan Detektif Partikelir Turun ke Jalan’ (1979). Namun usahanya ini tidak berlanjut kemudian. Tercatat ia pernah bermain dalam beberapa film bertemakan perjuangan bangsa Indonesia, diantaranya ‘Pasukan Berani Mati’ (1982), ‘Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi’ (1982) dan ‘Wolter Monginsidi’ (1983).

Saat industri film nasional mengalami kelesuan, ia beralih ke layar kaca dengan tampil dalam sinetron ‘Bella Vista’ (1994) yang mengangkat namanya dalam dunia sinetron. Setelah tampil pada sinetron ‘Duren-Duren’ (1994), ia tampil kembali dalam ‘Bella Vista II’ (1995) dan ‘Bella Vista III’ (1996). Sinetronnya yang lain adalah, ‘Dibalik Matahari’ (1995), ‘Bunga Sutra’ (1997), ‘Kupu-Kupu Kertas’ (1997), ‘Airmata Terakhir’ (1997), ‘Di Luar Batas’ (1997), dan lain-lain. Pernah meraih beberapa penghargaan, diantaranya terpilih sebagai Aktor Harapan Terbaik pada FFI 1977 lewat film ‘Sesuatu yang Indah’ (1976), Piala Djamaludin Malik FFI 1977 (Pemain Muda Penuh Harapan) 1977, Penghargaan dari KBRI Belanda atas film ‘Roda-Roda Gila’ (1978).

Tahun 2006, mantan ketua PARSI (Persatuan Artis Sinetron Indonesia) ini terlibat masalah dengan hukum, karena diduga membawa narkoba seberat 3 gram, di sebuah rumah di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemudian menjatuhi vonis 9 bulan subsider 3 bulan kepadanya. Setelah mendapat remisi, ia kemudian bebas dari penjara pada 1 Oktober 2006.

Pengalaman di penjara karena kasus narkoba membuatnya aktif dalam penyuluhan pencegahan narkoba. Bahkan ia kerap kali di undang BNN (Badan Narkoba Nasional) sebagai pembicara kampanye anti narkoba. Namun, Roy ternyata belum lepas dari jeratan narkoba. Pada 13 November 2007, ia kembali berurusan dengan hukum polisi bersama karena mengkonsumsi narkoba. ia di vonis tiga tahun penjara serta denda 10 juta rupiah dengan subsider tiga bulan kurungan. Setelah bebas, ia kembali ia aktif di dunia seni peran, dengan bermain dalam ‘Selimut Berdarah’ (2010).

Pernah menikah dengan Farida Sabtijastuti yang telah memberinya 4 orang anak, Monique, Aline, Galih dan Gading Marten yang juga seorang aktor. Menikah kembali dengan Anna Maria pada 1 April 1985, yang memberinya 2 orang anak, Merari dan Mahesa Gibran.
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Roy Witjaksono Abdul Salam
 
Lahir :
Magelang, Jawa Tengah,
1 Maret 1952
 
Pendidikan :
SMA
 
Aktifitas lain :
Produser Film,
Mantan Ketua PARSI (Persatuan Artis Sinetron Indonesia)
 
Pencapaian :
Memenangkan King Boutique,
Aktor Harapan Terbaik FFI 1977 lewat film Sesuatu yang Indah,
Piala Djamaludin Malik (Pemain Muda Penuh Harapan) pada FFI 1977,
Penghargaan dari KBRI Belanda atas film Roda Roda Gila (1978)
 
Filmografi :
Bobby (1974),
Rahasia Gadis (1974),
Cintaku Di Kampus Biru (1976),
Kenangan Desember (1976),
Sesuatu Yang Indah (1976),
Tinggal bersama (1977),
Badai Pasti Berlalu (1977),
Kembang-Kembang Plastik (1977),
Aula Cinta (1977),
Akibat Pergaulan Bebas (1977),
Pengalaman Pertama (1977),
Secercah Senyum (1977),
Kekasihku (1977),
Christina (1977),
Kugapai Cintamu (1977),
Guna-Guna Istri Muda (1977),
Jangan Menangis Mama (1977),
Roda-Roda Gila (1978),
Rahasia Perkawinan (1978),
Si Genit Poppy (1978),
Laki-Laki Binal (1978),
Akibat Godan (1978),
Nafas Perempuan (1978),
Pembalasan Guna-Guna Istri Muda (1978),
Musim Bercinta (1978),
Dewi Malam (!978),
Ombaknya Laut Mabuknya Cinta (1978),
Antara Dia dan Aku (1979),
Kabut Sutra Ungu (1979),
Romantika Remaja (1979),
Kecupan Pertama (1979),
Remaja Idaman (1979),
Wanita Segala Zaman (1979),
Ali Topan Turun Ke Jalan (1979),
Bayang-Bayang kelabu (1979),
Bukan Sandiwara (1980),
Permainan Bulan Desember (1980),
Beningnya Hati Seorang Gadis (1980),
Disini Cinta Pertama Kali Bersemi (1980),
Tiga Dara Mencari Cinta (1980),
Lembah Duka (1981),
Fajar Yang Kelabu (1981),
Bila Hati Wanita Menjerit (1981),
Gadis Marathon (1981),
Bawalah Aku Pergi (1982),
Pasukan Berani Mati (1982),
Tapak-Tapak Wolter Monginsidi (1982),
Musang Berjanggut (1983),
Rahasia Buronan (1983),
Budak Nafsu (1983),
Wolter Monginsidi (1983),
Kontraktor (1984),
Kerikil-Kerikil Tajam (1984),
Hatiku Bukan Pualam (1985),
Hell Raiders (1985),
Madu dan Racun (1985),
Boleh Rujuk Asal (1986),
Tinggal Sesaat Lagi (1986),
Takdir Marina (1986),
Gema Hati Bernyanyi (1987),
Langit Takkan Runtuh (1987),
Pemburu Berdarah Dingin (1988),
Biarkan Aku Cemburu (1988),
Suami (1988),
Nyoman Cinta Merah Putih (1989)
Jeram-Jeram Cinta (1989),
Pertempuran Segi Tiga (1990),
Triple Cross (1991),
Angel Fury (1993),
Mengejar Mas-Mas (20070,
Selimut Berdarah (2010),
Dilema (2012),
Sampai Di Ujung Dunia (2012),
18 + (2012),
Misteri Pasar Kaget (2012),
Jakarta Hati (2012),
Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014),
17 Tahun Ke Atas (2014),
Penjuru 5 Santri (2015)
 
Sinetron, diantaranya :
Bella Vista (1994),
Duren-Duren (1994),
Bella Vista II (1995),
Bella Vista III (1996),
Dibalik Matahari (1995),
Senja Makin Merah
Bunga Sutra (1997),
Kupu-Kupu Kertas (1997),
Hanya Kamu,
Airmata Terakhir (1997),
Di Luar Batas (1997),
Kasih Dipersimpangan,
Dewi Fortuna,
Jakarta Love Story

You may also like...

Leave a Reply