Rukmi Wisnu Wardani

Nama :
Rukmi Wisnu Wardani
 
Lahir :
Jakarta, 29 Juli 1973
 
Pendidikan :
Teknik Arsitektur Lansekap, Universitas Trisakti
 (lulus tahun 1998)
 
Karya Antologi Puisi Bersama:
Graffiti Gratitude
(Angkasa Bandung, 2000),
Antologi puisi perempuan penyair 3 kota Surat Putih I (Risalah Badai, 2000),
Antologi digital Cyberpuitika dalam format CD ROM (Yayasan Multimedia Sastra, 2002),
Antologi 25 Perempuan Penyair Surat Putih II
 (Risalah Badai, 2002),
Kumpulan Sajak-Sajak Bentara 2003 Puisi Tak Pernah Pergi (Bentara Kompas, 2003),
Antologi Cerpen Batu Merayu Rembulan (2003),
Bisikan Kata Teriakan Kota (Dewan Kesenian Jakarta & Bentang Budaya, 2003),
Buku Acara Forum Bulanan Sastra Senja (Dewan Kesenian Jakarta, 2004),
Antologi Puisi Cyberpunk Les Cyberlettres (2005),
Surat Putih III (2005),
Karena Namaku Perempuan (2005),
Buku Kumpulan Puisi Temu Sastra MPU 2008,
Empat Amanat Hujan, Bunga Rampai Puisi Panggung Sastra Komunitas Dewan Kesenian Jakarta (Dewan Kesenian Jakarta & KPG, 2010)


Penulis
Rukmi Wisnu Wardani
 
 
 
Anak ketiga dari empat bersaudara ini dilahirkan di Jakarta, 29 Juli 1973. Latar belakang pendidikannya adalah Ilmu Pertamanan. Masuk Universitas Trisakti tahun 1992, mengambil jurusan Teknik Arsitektur Lansekap dan lulus tahun 1998. Saat itu ia belum bersentuhan akrab dengan sastra. Ketika ayahnya meninggal dunia beberapa waktu setelah wisuda, barulah ia berkenalan dengan dunia puisi. “Mungkin karena saya jadi suka merenung. Ada yang hilang dari keseharian saya.“ ujarnya tentang pemicu ia terjun ke dunia sastra.
 
Meski pernah menggeluti profesi sebagai konsultan taman dan bersama keluarga berbisnis ikan hias, namun ketika diminta memilih antara bertaman dan berpuisi, perempuan yang menganggap semua pengarang sebagai ’guru’nya tersebut mengatakan kalau sastra lebih memberikan kepuasan batin baginy. Kini karya yang ia tulis sudah mencapai ratusan. Karyanya tersebut telah dimuat di sejumlah media cetak seperti Republika, Kompas, Media Indonesia, dll.
 
Sebagian karyanya juga terhimpun dalam antologi puisi bersama yakni : Graffiti Gratitude (Angkasa Bandung, 2000), antologi puisi perempuan penyair 3 kota Surat Putih I (Risalah Badai, 2000), antologi digital Cyberpuitika dalam format CD ROM (Yayasan Multimedia Sastra, 2002), antologi 25 perempuan penyair Surat Putih II (Risalah Badai, 2002), kumpulan sajak-sajak Bentara 2003 Puisi Tak Pernah Pergi (Bentara Kompas, 2003), antologi cerpen Batu Merayu Rembulan (2003), Bisikan Kata Teriakan Kota (Dewan Kesenian Jakarta & Bentang Budaya, 2003), buku acara forum bulanan Sastra Senja (Dewan Kesenian Jakarta, 2004), antologi puisi cyberpunk Les Cyberlettres (2005), Surat Putih III (2005), Karena Namaku Perempuan (2005) dan buku kumpulan puisi temu sastra MPU 2008 dan Empat Amanat Hujan, Bunga Rampai Puisi Panggung Sastra Komunitas Dewan Kesenian Jakarta (Dewan Kesenian Jakarta & KPG, 2010).
 
Sejak tahun 2000-an, Dani, nama panggilannya, sudah sering terlibat dalam beberapa event sastra. Salah satu di antaranya Temu Sastra Kota 2003 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta dan terpilih sebagai peserta Temu Sastra Mitra Praja Utama di Lembang, Jawa Barat, Panggung Sastra Komunitas 2010. sejak tahun 2004 ia aktif mengikuti pengkajian wawasan Islam dari sisi sufistik. Melalui komunitasnya itu, yang kerap mengadakan diskusi berkala di Kafe Omah Sendok, banyak manfaat yang dipetik secara pribadi, ia jadi tahu lebih mendalam, bahwa Islam itu lembut, penuh kasih sayang, dan cinta perdamaian.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...