S.N Ratmana

Nama :
Ratmana Soetjiningrat
 
Lahir :
Kuningan, Jawa Barat,
 6 Maret 1936
 
Pendidikan :
SD, Semarang (1950),
SMP, Semarang (1953),
SMA-A, Semarang (1956), Kursus B-1 ilmu alam, Semarang (1960)
 
Novel :
Anak Itu Yang Pernah Jadi Tokoh (1970),
Tombol (1987),
Slogan Berlumur Merah Jambu
(1988),
Ketika Tembok Runtuh dan Bedil Bicara
(Indonesiatera, 2002),
Sedimen Senja
(Penerbit Kompas, 2005),
Lolong (2007),
Helai-helai Merah Jambu
(Cerbung Nirmala Post, 2007),
 
Buku :
Buku Angkatan 66
Prosa dan Puisi (1969),
Dan Jodoh Sampai Supiyah
(1975),
Cerita Pendek Indonesia (Gramedia, Jakarta, 1980),
Sungai, Suara dan Luka
(Sinar Harapan, 1981),
Antologi Jakarta, 30 Cerpen Indonesia (Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementrian Pelajaran Malaysia, 1982),
Apresiasi Kesusastraan (1986),
Asap Itu Masih Mengepul
(Balai Pustaka, 1987),
Riwayat Negeri Yang Haru (Cerpen Kompas Pilihan
1981-1990)
Dua Wajah dan Satu Sisipan
(Kepel Press, 2001),
Dari Fansuri KeHandayani
(Ford Foundation, 2001)
Bedil Bicara
 (IndonesiaTera, 2002),
Soetji Menulis di balik Papan Tulis (Wacana Bangsa, 2005),
Ketika Tembok Runtuh dan Sedimen Senja
(Penerbit Buku Kompas, 2005),
Bidadari Sigar Rasa
(Cakrawala Sastra Indonesia, DKJ, 2005),
Jakarta 30 Cerpen Indonesia
(Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia)
Aantologi Kelamin Bagi Midin,
 
Karya Cerpen :
Kubur,
Tanpa Tepi,
Tojo,
Kerisik Daun-daun Pohon, Mangga
 
Penghargaan :
Naskah drama Bianglala mendapat penghargaan dari TVRI Pusat (1972),
Naskah drama Tamu-tamu Sang Pengarang mendapat penghargaan dari TVRI Pusat
(1974),
Cerpen Kerisik Daun-daun Pohon Mangga sebagai pemenang sayembara Kincir Emas dari Radio Nederlan Wereld Omroep (1975),
Guru Teladan Dari Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal (1980),
Penulis Sastra terbaik atas buku Asap Itu Masih Mengepul dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2000),
Pakarti Seni Dari Dewan Kesenian Jawa Tengah (2005),
Pakarti Seni Dari Pemerintah Kota Tegal (2008)


Penulis
S.N. Ratmana
 
 
 
Lahir di Kuningan, Jawa Barat, 6 Maret 1936. Pendidikan SD (1950), SMP (1953), SMA-A (1956) dan kursus B-1 ilmu alam di Semarang (1960). Menulis cerpen sejak duduk di bangku SMA Negeri Pekalongan. Pernah menjadi guru SMP dan SMA di Semarang dan Tegal. Pernah pula menjadi kepala sekolah SMA negeri di Subah, Jawa Tengah dan yang terakhir menjadi Pengawas SMP/SMA Kabupaten Tegal. Sempat menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Tegal.
 
Sampai dengan sekarang, karya cerpen yang dihasilkannya sekitar 75 buah, 42 buah di antaranya terhimpun dalam tiga buku kumpulan cerpen, masing-masing Sungai, Suara dan Luka (Sinar Harapan, 1981), Asap itu Masih Mengepul (Balai Pustaka, 1977) Dua Wajah dan Sebuah Sisipan (Kepelpress, 2001), Soetji Menulis di balik Papan Tulis (Wacana Bangsa, 2005), Ketika Tembok Runtuh dan Bedil Bicara (Indonesia Tera, 2002).
 
Karya cerpennya yang lain yang terhimpun dalam bentuk buku diantaranya : Kubur, terdapat di buku Angkatan 66, Prosa dan Puisi yang disunting oleh H.B. Jassin (1969), Sepi Tanpa Tepi terhimpun dalam buku Dari Fansuri Ke Handayani (Ford Foundation, 2001), buku Bidadari Sigar Rasa (Cakrawala Sastra Indonesia, Dewan Kesenian Jakarta, 2005), buku Riwayat Negeri Yang Haru (cerpen Kompas Pilihan tahun 1981-1990).
 
Mendiang cerpen yang termuat di tiga buku yakni : Antologi Jakarta, 30 Cerpen Indonesia (Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementrian Pelajaran Malaysia, (1982), Cerita Pendek Indonesia (Gramedia, Jakarta, 1980), dan buku Apresiasi Kesusastraan, disunting oleh Jakob Sumardjo dan Saini KM (1986), cerpennya Pertama dimuat oleh media cetak nasional, Majalah Kisah (1956), Dan Jodoh Sampai Supiyah (1975), Jakarta 30 Cerpen Indonesia (Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia), serta Tojo masuk dalam antologi Kelamin Bagi Midin, yang terpilih menjadi cerpen Kompas Pilihan tahun 1970-1980 (Jakarta, 2003)
Menerbitkan sejumlah novel antara lain : Anak Itu  Yang Pernah Jadi Tokoh (1970), Tombol (1987), Slogan Berlumur Merah Jambu (1988), Helai-helai Merah Jambu (Cerbung Nirmala Post, 2007), Ketika Tembok Runtuh dan Bedil Bicara (Indonesiatera, 2002), Sedimen Senja (Penerbit Kompas, 2005) dan Lolong (2007).
Pernah meraih beberapa penghargaan antara lain : Dari TVRI Stasiun Pusat Jakarta untuk naskah drama Bianglala (1972), naskah drama Tamu-tamu Sang Pengarang (1974). Dari Radio Nederlan Wereld Omroep untuk cerpen Kerisik Daun-daun Pohon Mangga sebagai pemenang sayembara Kincir Emas, (1975), Dari Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal sebagai Guru Teladan (1980), Dari Mendikbud, sebagai Penulis Sastra atas buku Asap Itu Masih Mengepul (2000), Dari Dewan Kesenian Jawa Tengah, menerima Pakarti Seni (2005), Dari Pemerintah Kota Tegal, menerima Pakarti Seni (2008)
Cerpennya yang berjudul Errata dan Maghrib Menggelap juga sempat dijadikan sinetron, digarap oleh Imam Tantowi dan Chaerul Umam, ditayangkan di stasiun LaTivi (2002).
(Dari Beberapa Sumber)
 
 
 
 

You may also like...