S. Rukiah

Nama :
Siti Rukiah
 
Lahir :
Purwakarta, Jawa Barat,
25 April 1927
 
Pendidikan :
Sekolah Guru
 
Kegiatan lain :
Sekretaris dan anggota redaksi majalah
 Pujangga Baru,
Anggota Pengurus Pusat Lembaga Sastra Indonesia (LEKRA),
Redaktur Penerbit Yayasan Kebudayaan Sadar,
Pengelola majalah anak-anak Ketilang
 
Penghargaan :
Sajak-sajaknya yang dimuat dalam buku Tandus memenangkan Hadiah Sastra Nasional BMKN (1952)
 
Karya :
Tandus (Balai Pustaka, 1952),
Kejatuhan dan Hati
(novel, 1950),
Si Rawun dan Kawan-kawannya (cerita anak, 1955),
Teuku Hasan Johan Pahlawan (cerita anak, 1957),
Taman Sajak si Kecil
 (cerita anak, 1959),
Jaka Tingkit
 (cerita anak, 1962),
Dongeng-Dongeng Kutilang (cerita anak, 1962),
Kisah Perjalanan si Apin
 (cerita anak)


Penulis
S. Rukiah
 
 
Lahir di Purwakarta, Jawa Barat 25 April 1927. Setelah menamatkan Sekolah Guru, ia langsung menjadi guru di Purwakarta. Minatnya pada kesenian khususnya pada bidang kesusastraan bermula ketika ia banyak berkenalan dengan para pejuang revolusi yang berasal dari kalangan seniman pada tahun 1946 yang ketika itu banyak bermarkas di daerah Cikampek, Jawa barat. Perkenalannya dengan para pejuang dari kalangan seniman tersebut, menyebabkan tumbuhnya minat kepada kesenian, khususnya bidang kesusastraan.
 
Sejak saat itu Rukiah mulai menulis sajak dan cerita pendek, diantaranya dimuat di majalah Mimbar Indonesia, Pujangga Baru (sesudah perang), dan Indonesia. Bahkan ia pernah menjadi sekretaris dan anggota redaksi Pujangga Baru pimpinan Sutan Takdir Alisjahbana bersama para pengarang lainnya seperti Chairil Anwar, Rivai Apin, Asrul Sani, Achdiat Karta Mihardja, Dodong Djiwapradja, Harijadi S. Hartowardojo. Menjadi anggota pengurus pusat Lembaga Sastra Indonesia, Lekra. ia juga menjadi redaktur penerbit Yayasan Kebudayaan Sadar sekaligus mengelola majalah untuk anak-anak ‘Ketilang’ dari penerbit yang sama.
 
Sajak-sajak dan cerita pendek hasil karyanya di terbitkan dalam buku berjudul ‘Tandus’ oleh Balai Pustaka pada tahun 1952. Sajak-sajaknya yang dimuat dalam buku ‘Tandus’ tersebut memenangkan Hadiah Sastra Nasional BMKN (1952). Roman pendeknya ‘Kejatuhan dan Hati’ yang pada awalnya dimuat dalam majalah Pujangga Baru, kemudian diterbitkan juga sebagai buku (1950) oleh penerbit Balai Pustaka. Bahkan roman ini juga di daulat sebagai roman pertama yang ditulis oleh pengarang wanita sesudah perang dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang pada tahun 1992.
 
Buku-buku hasil karyanya yang lain yakni berupa bacaan anak-anak, diantaranya ‘Si Rawun dan Kawan-Kawannya’ (1955), ‘Teuku Hasan Johan Pahlawan’ (1957), ‘Taman Sajak si Kecil’ (1959), ‘Dongeng-Dongeng Kutilang’ (1961), ‘Kisah Perjalanan si Apin’, dll. Banyaknya karya bacaan untuk kanak-kanak yang di hasilkannya di karenakan setelah menikah dengan Sidik Kertapati yang merupakan anggota BTI (Barisan Tani Indonesia) dan mempunyai anak, ia lebih memusatkan perhatiannya kepada penulisan bacaan untuk kanak-kanak.
 
Selain di kenal di dalam negeri, karya-karya Rukiah juga mendapat perhatian dari pakar di luar negeri. Bahkan Seorang pakar muda Inggris, Annabel Teh Gallop, bukan saja telah membuat catatan melainkan bahkan mengangkat karya-karya S. Rukiah sebagai bahan disertasi.
 
Karena keterlibatannya dalam organisasi yang berada di bawah naungan partai komunis PKI, S. Rukiah sempat menjadi Tahanan Politik pada masa Orde Baru.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 

You may also like...