Saidi Kamaluddin


Aktor Teater Tradisional
Saidi Kamaluddin
 
 
 
Lahir di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tahun 1940, setamat sekolah dasar dia tidak sempat melanjutkan sekolah karena telanjur sibuk bergumul dalam pentas Dulmuluk. Ayah Saidi, Kamaluddin, murid Wan Bakar dan termasuk pelopor teater tradisional itu. Tetapi, Saidi justru belajar dari kakak pertamanya yang juga aktor, Arjo Kamaluddin (alm).
 
Pertama kali bermain Dulmuluk, tahun 1948, Saidi memerankan tokoh perempuan, dengan bayaran Rp. 25,-. Dia tekun berlatih sendiri di depan kaca meski kerap dicemooh sebagai orang gila. Dia juga rajin menghafal ribuan syair Dulmuluk dalam huruf Arab pegon di buku Kejayaan Kerjaan Melayu.
 
Berbekal akting yang bagus, Saidi pernah mencoba memerankan hampir semua tokoh dalam lakon Dulmuluk. Bahkan dia pernah memerankan tiga tokoh sekaligus dalam satu pentas, karena dua pemain tak datang. Begitu selesai memerankan satu tokoh, ia langsung lari ke belakang panggung, ganti kostum dan riasan, kemudian keluar jadi tokoh lain. “Itu berulang-ulang sampai pertunjukan berakhir,” katanya terkekeh.
 
Pada masa kejayaannya, setiap hajatan di kampung hampir selalu menanggap Dulmuluk yang dihadiri ribuan penonton. Saidi tampil lima kali seminggu, bahkan pernah 10 malam berturut-turut. Saat itu muncul puluhan grup teater dengan bayak aktor. Teater ini benar-benar merosot sejak tahun 1990-an saat muncul banyak alternatif hiburan, terutama televisi, film layar lebar, dan pertunjukan organ tunggal. Saidi termasuk segelintir aktor yang bertahan memainkan teater Dulmuluk. Disebut Dulmuluk karena teater ini menampilkan lakon Raja Abdul Muluk yang kemudian disingkat jadi Dulmuluk. Lakon itu diambil dari syair buku Kejayaan Kerajaan Melayu karya Raja Ali Haji.
 
Meski demikian, Saidi tetap setia memilih jalan hidup sebagai aktor teater rakyat itu. Dulmuluk merupakan warisan seni budaya yang patut dilestarikan, antara lain karena mengajarkan nilai hidup dan kearifan lokal.
 
 (Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Saidi Kamaluddin
 
Lahir :
Pemulutan, Ogan Ilir,
Sumatera Selatan, 1940
 
Pendidikan :
Sekolah Dasar
 
Penghargaan :
Menteri Penerangan RI (1983),
Anugerah Seni dari Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan (2000),
Anugerah Seni dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (2008)  

You may also like...

Leave a Reply