Sena Utoyo


Sena Utoyo
 
 
 
Mula-mula main Jango-jangoan di kamar. Berlagak jago tembak di depan kaca rias. Meniru tingkah orang serumah. “Saya pengin jadi bintang” keinginan itu terpenuhi, sedikit. Angannya ingin jadi bintang film, tapi kesampaian jadi bintang panggung. “Saya baru mulai”, tutur Sena Utoyo, nama yang beredar di pelataran atas seni pertunjukan di Jakarta.
 
Dua karyanya Becak di tahun 1987 dan Stasiun tahun 1988 sudah boleh dianggap sumbangan besar. Becak digarap bersama Didi Petet, rekan seperjuangannya. Dengan nama kelompok Sena & Didi mime, ia sedang menunggu angin untuk mengibarkan benderanya lebih tinggi lagi.
 
Meski berpikir jadi bintang film, lepas SMA di Bandung, ia terbang ke Jerman. Disana, di kota kecil Braunsweig ia mendapat keterampilan sebagai ahli teknik kayu yang ditekuninya di sekolah Holzs tahun 1973-1976. Ia belajar atas dasar tebakan ahli ilmu jiwa, yang memberi tahu ayahnya bahwa ia berbakat besar dalam teknik. Namun itu satu tahap saja dari masa muda. Keterampilan teknik kayu itu hanya sempat”di manfaatkan sebentar. Hasilnya, mebel, produk yang sama dengan yang dibuat oleh perusahaan milik ibunya. Toh ia tetap melirik ke seni pertunjukan. Ayahnya, dokter bedah militer Utoyo, meninggal tahun 1986, berjanji membiayai sekolah, apapun yang ia pilih. Ia menagih janji itu, dan masuk ke Departemen Teater IKJ tahun 1977.
 
Di kampusnya, Cikini, bersama rekan sesama jurusan, Didi dan Krisno, ia membentuk grup Kijang. Bertiga mereka main pantomim di mana-mana. Tahun 1980, grup ini menjuarai Festival Pantomim I di Jakarta. Mereka juga mewakili Indonesia pada Asian Pantomime Festival di Seoul, Korea tahun 1986. Tapi kelompok itu bubar. “Kami tidak sepaham”, katanya. Soal paham ini agaknya yang berperan besar. “Saya tidak melihat kegunaannya pantomime menjadi sekadar gerak indah, atau sekadar lucu. Ia harus berisi sesuatu yang lebih besar, yang lebih dalam”, tuturnya.
 
Bersama Didi petet, ia kemudian mengembangkan gaya dan cara ungkap sendiri, lewat Sena & Didi mime. “Di satu pihak, pantomim bisa kaya, ekspresif, tapi sulit memberi informasi yang sifatnya tidak kasat mata seperti hubungan darah. Kebutuhan lain adalah, ia tak lagi merasa cukup hanya mengandalkan tubuh.
 
(Dari Berbagai Sumber)

 Nama :
Sena Adiatmika Utoyo
 
Lahir :
Cimahi, Jawa Barat
 7 Juli 1953
 
Wafat :
…………….. 
 
Pendidikan :
Holsz, jurusan teknik kayu (Jerman)
 1973-1976,
Departemen Teater IKJ
 
Penghargaan :
Juara I Festival Pantomim di Jakarta, 1980,
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply