Shanty Harmayn


Produser
Shanty Harmayn
 
 
Lahir di Jakarta, 29 Juli 1967. Berlatar belakang pendidikan SMA Santa Theresia, Jakarta. Program S-1 Komunikasi Massa, FISIP, Universitas Indonesia (1985-1990), dan MA dalam bidang Film Dokumenter dari Stanford University, Amerika Serikat (1992-1994).
Minat Shanty pada film tumbuh sangat dini dan bisa dibilang terjadi tanpa sengaja. Suatu hari, seorang teman ayahnya menitipkan kira-kira 1.000 kaset video berisi film cerita, acara televisi, dan film dokumenter. Shanty yang waktu itu kelas IV SD tanpa prasangka menonton film-film yang ternyata kemudian setelah dia besar dia sadari sebagian memenangi atau dinominasikan mendapat Academy Award.
Tahun 1998, Shanthy mendirikan Salto Film Company. Setahun kemudian (1999), ia menjadi penyelenggara Jakarta International Film Festival (JiFFest) yang didirikannya bersama Natacha Devillers. Untuk kegiatan tersebut ia kerap pergi ke sebuah festival film internasional selain untuk menonton dan mencari film yang cocok untuk diputar di JiFFest.
Kesuksesannya terdahulu dalam mendirikan Salto Film Company dan JiFFest, membuatnya kian giat berkiprah di dunia film. Hal itu di tunjukannya dengan mendirikan Tanibar Pictures (1999) dan In-Docs, program dan pusat promosi Film Dokumenter Indonesia (2002).
 
Sebagai produser ia sudah banyak menghasilkan film-film berkualitas dan mendapat tempat di hati penonton, sebut saja Pasir Berbisik (2001), Banyu Biru (2005), The Photograph (2007), dan Garuda di Dadaku (2009). Bahkan tak jarang Film-filmnya tersebut di ikut-sertakan dalam beberapa Festival Film Internasional. Selain membuat film untuk layar lebar, ia juga membuat Seri Dokumenter antara lain: Libraries on Fire: When an Elder Dies, A Book Burns dan A Ray of Hope.
Wanita yang menikah dengan Bert Hofman, pria berdarah Belanda yang bertugas sebagai Country Director Bank Dunia di Filipina ini, sedang mempersiapkan Film Ronggeng Dukuh Paruk. Adaptasi dari trilogi novelnya Ahmad Tohari. Film ini menceritakan kehidupan perempuan belia, Srintil, yang menjadi ronggeng dengan latar belakang situasi politik pertengahan 1960-an. Film tersebut akan ditayangkan di bioskop awal tahun 2011. Selain itu, bersama Mizan dan Prof Yohanes Surya, ia juga sedang mempersiapkan film keluarga, tentang kegigihan anak-anak dari berbagai suku dan latar belakang sosial ekonomi berjuang dalam tim olimpiade fisika.
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Shanty C. Harmayn-Hoffman
 
Lahir :
Jakarta, 29 Juli 1967
 
Pendidikan :
SMA Santa Theresia, Jakarta,
S-1 Komunikasi Massa
FISIP Universitas Indonesia (1985-1990),
Magister dalam Film Dokumenter,
Stanford University,
Amerika Serikat (1992-1994)
 
Karier :
Pendiri Salto Film Company (1998),
Pendiri JiFFeST bersama Natacha Devillers (1999),
Pendiri Tanimbar Pictures (2000),
Pendiri In-Docs, program dan pusat promosi Film Dokumenter Indonesia (2002) 
 
Produksi Film :
Pasir Berbisik (2001),
Banyu Biru (2005),
The Photograph (2007),
Garuda Di Dadaku (2009),
Garuda Di Dadaku 2 (2011)
 
Produksi Lain :
Seri Dokumenter Libraries on Fire: When an Elder Dies, A Book Burns,
Seri Dokumenter :
A Ray of Hope

You may also like...

Leave a Reply