Sindhuatmojo

Seniman Tari
R.M. Suhardhiman Sindhuatmojo
 
 
 
 
Selain dikenal sebagai guru tari, ia juga dikenal sebagai guru silat. Kiprahnya sebagai guru tari sangat menonjol pada tahun 1940-an. Banyak guru tari lain yang mengakui kekhasan gaya tari gagahan yang ia ajarkan.
 
Kelebihannya mendapat pengakuan dari sesama guru tari di Solo yakni pada rakitan tari perang yang ia ajarkan. Pada tari perang gaya lama yang sudah ada sejak dulu, teknik perang beksan-beksan hanya sekedar gobras-gabrus, prapatan atau jeblosan yang berkesannya hanya ‘berpura-pura’. Seperti pukulan atau tusukkan senjata yang selalu diarahkan ke samping, yang seperti sengaja agar tidak mengenai sasaran. Hal inilah yang mendorongnya mengadakan perubahan, dengan menawarkan teknik baru. Khususnya dalam teknik perang, dengan cara dirakit dan dilatihkan kepada para penari agar dapat melakukan teknik perang yang mendekati pertarungan sebenarnya. Konsekuensinya semua penari murid Sindhuatmojo harus mahir teknik perang yang mendekati pertarungan sebenarnya.
 
Tawarannya tersebut ternyata mendapat sambutan yang sangat menggembirakan, dalam waktu yang relatif pendek (1940-1945) teknik perang hampir sudah merata. Yang secara tidak langsung meningkatkan besarnya apresiasi dari masyarakat, yang berakibat teknik perang yang masih bergaya lama menjadi tersisih. Bahkan tari Solo yang gaya perangnya bergaya Sindhuatmojo seperti menjadi mode yang saling unggul-mengguli dalam hal tekniknya. Penggunaan senjata tajam seperti keris, pedang tameng, tombak, belati, tekbi, jambea, dan sejenisnya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi semua penari yang mampu memainkan senjata-senjata tersebut dengan mahir. Guru-guru tari yang lain juga berusaha meningkatkan teknik perang gayanya. Teknik perangnya masih semarak di senangi banyak penari Solo hingga tahun 1960-an.
 
Selain berhasil mengadakan perubahan gaya tari Solo, ia juga berhasil mencetak generasi penerusnya. Murid-murid yang di latihnya banyak yang menjadi tokoh besar di dunia tari, diantaranya Sadali (alm), R.M. Samekto (alm), RM. Sunarso Wongsonegoro (alm), K.R.T. Dhirdjodhiningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Mbah Maktal (alm), dan Marskal Udara (Purnawirawan) Sudjono (alm)
 
(Dari Berbagai Sumber)        


Nama :
R.M. Suhardhiman Sindhuatmojo
 
 
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply