Subagio Sastrowardojo

Nama :
Drs. Subagio Sastrowardojo
 
Lahir :
Uteran, Madiun, Jawa Timur, 1 Februari 1924
 
Pendidikan :
Fakultas Sastra dan Kebudayaan bagian Sastra Timur, Universitas Gajah Mada (1958),
Department of Comparative Literature, Yale University, Amerika Serikat (1963)
 
Karier:
Mengajar bahasa dan sastra dibeberapa SMA Yogyakarta, (1948-1954),
Kepala Jurusan Bahasa Indonesia,
Dosen Fakultas Sastra UGM, (1958-1961),
Dosen Seskoad di Bandung, 1966-1971,
Dosen Sastra dan Bahasa Indonesia di Salisbury Teachers Collage, Australia, (1971-1974),
Senior Lecturer pada Flinders University, Australia Selatan
 
Karya Tulis :
Perawan Tua,
Simphoni (1957),
Kejantanan di Sumbing (1965),
Daerah Perbatasan (1970),
Pribadi Penyair Dalam Sajak (1971),
Bakau Alam dan Intelektualisme (1972),
Keroncong Motinggo (1975),
Buku Harian,
 Manusia Terasing di Balik Simbolisme Sitor (1976),
Daerah Perbatasan
 
Penghargaan :
Menerima Anugerah Seni dari Pemerintah RI untuk bukunya Daerah Perbatasan


Subagio Sastrowardojo
 
 
Nada puisinya rendah dan muram. Diberati pemikiran tentang manusia, nasib, kemerdekaan, maut. Dalam menghadapi zaman yang menyuguhkan penindasan dan penderitaan, ia tak berteriak, hanya mendesis, tapi tajamnya terkadang bagai sembilu. Meski tampil pertama kali sebagai penyair, tahun-tahun berikutnya Subagio Sastrowardojo juga menulis prosa, kemudian esei. Bahasanya dikatakan jernih dan bersih. Lukisan kejiwaan cerita-ceritanya sangat mengesankan. Ia mempunyai keistimewaan dalam meneliti gerak batin pelaku-pelaku ceritanya. Dalam prosa dan puisinya, Subagio sering melukiskan manusia yang gampang dirangsang nafsunya.
 
Manusianya adalah manusia yang dalam mencoba mempertahankan kewajiban tergoda oleh sifat-sifat kedagingannya. Tetapi dalam cerpennya Perawan Tua, Subagio melukiskan keadaan jiwa seorang gadis yang pantang kawin setelah kekasihnya gugur dalam perang melawan Belanda. Ada pendapat yang mengatakan, Perawan Tua merupakan salah satu prosa terindah yang pernah ditulis dalam bahasa Indonesia. Subagio lahir di Madiun, Distrik Uteran, Jawa Timur. Ayahnya, Sutedjo Sastrowardojo, wedana distrik itu. Puisinya mulai dikenal sejak 1950-an, terbit dalam berbagai majalah kebudayaan.
 
Bukunya yang pertama, Simphoni sebuah kumpulan puisi yang pada mulanya diterbitkan sendiri tahun 1957. Kemudian dicetak ulang oleh Pustaka Jaya tahun 1971 dan 1975. Dalam status sebagai dosen Universitas Gajah Mada, tahun 1961, Subagio berangkat ke Amerika Serikat. Dari Yale University, Department of Comparative Literature, diraihnya gelar M.A tahun 1963. Tiga tahun kemudian ia kembali ke tanah air, ditempatkan sebagai dosen dan anggota Litbang Sosial Budaya pada Seskoad di Bandung, selama lima tahun. Kumpulan cerita pendeknya yang pertama terbit dengan judul Kejantanan di Sumbing tahun 1965. Setelah itu menyusul kumpulan puisi, Daerah Perbatasan tahun 1970, Keroncong Motinggo tahun 1975 dan Buku Harian.
 
Esei-eseinya dikatakan sebagai banyak mencoba menyelami latar persoalan manusia Indonesia secara jujur dan tajam. Analisanya jernih. Kumpulan eseinya, Bakau Alam dan Intelektualisme tahun 1972, Manusia Terasing di Balik Simbolisme Sitor tahun 1976 dan Pribadi Penyair Dalam Sajak. Sejak tahun 1971, Subagio mengajar bahasa dan sastra Indonesia di Australia. Menerima Anugerah Seni dari Pemerintah RI untuk bukunya Daerah Perbatasan, Subagio yang menikah dengan Sumarni, kini ayah tiga orang anak.
 
(Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982)

You may also like...

Leave a Reply