Suman Hasibuan

Nama :
H. Suman Hasibuan
 
Lahir :
Bengkalis, Riau, 1904
 
Pendidikan :
SD Bengkalis (1918,
Normaalschool di Medan & Langsa, Aceh.
 
Profesi :
Ketua Pengurus Harian SMA Setya Dharma,
Ketua Dewan Penyantun Universitas Islam Riau,
Ketua Lembaga Pendidikan Islam,
Kepala SD di Pasir Pangarayan,
Penceramah Bahasa Indonesia pada RRI Pekanbaru (1975),
Anggota BPH Provinsi Riau,
Pengarang Roman
 
Karya :
Mencari pencuri Anak Perawan,
Kawan Bergelut
(kumpulan cerpen),
Tebusan Darah,
Kasih tak Terlerai,
Percobaan Setia
(Balai Pustaka, 1931)
 

 
Suman Hasibuan
 
 
 
Ada dua roman Pujangga Baru kerap dikacaukan anak-anak SMU yang mempelajari sastra Indonesia, yakni Anak Perawan di Sarang Penyamun dan Mencari Pencuri Anak Perawan. Yang pertama dan sudah difilmkan adalah karangan Sutan Takdir Alisyahbana, sedangkan yang disebut belakangan karangan Suman Hs (Hasibuan).
 
Di tahun 1972, pernah terusik hatinya, ingin mengarang lagi. Ia risau melihat minat membaca anak-anak muda, sementara bacaan yang tersedia hanyalah buku komik, silat, dan majalah untuk orang dewasa. “Karena itu saya akan menulis lagi”, ujarnya saat itu. “Dan saya akan mengarang buku untuk anak-kanak. Tapi setelah kumpulan cerpennya yang jenaka Kawan Bergelut dan Suman Tak Lagi Berseni-seni”. Pensiunan Departemen P&K yang kemudian mendirikan SMA Setya Dharma yang merupakan SMA pertama di Pekanbaru tampak hidup berkecukupan.
 
Selalu bersahaja, kalau ke kantor ia menggenjot sepeda tua dengan tas tertambat di boncengan. Bahkan semasa ia menjadi anggota BPH Provinsi Riau, orang sering menemukan pengarang yang suka berdasi lebar itu jalan kaki dari rumahnya. Suman tak betah menganggur pada masa tua. Diterbitkannya surat kabar mingguan Genta, beroplah dua ribuan, disponsori Pemerintah Daerah Riau atas usul Subrantas (alm), Gubernur ketika itu. Ia juga mengetuai Dewan Penyantun Universitas Islam Riau dan Lembaga Pendidikan Islam. Sementara itu, di Malaysia dicetak ulang tiga buah novelnya Tebusan Darah, Mencari Pencuri Anak Perawan, dan Kasih tak Terlerai. Diantara roman Suman, agak yang terbaik adalah Percobaan Setia (Balai Pustaka, 1931).
 
Baginya dorongan menulis didapatkan dari membaca. “Saya dulu kuat sekali membaca, terutama cerita detektif,” tuturnya. Tokoh kesenangannya Sherlock Holmes, penyelidik dari Baker Street yang kesohor itu. Mungkin itu pula mempengaruhinya ketika menciptakan tokoh Sir john dalam novelnya Mencari Pencuri Anak Perawan. Sama dengan orang-orang tua di mana saja, kegemaran Suman ialah makan enak, sekali-kali.
 
(Apa & Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1981-1982)

You may also like...

Leave a Reply