Syaeful Anwar

Nama :
Achmad Syaeful Anwar
 
Lahir :
Purwakarta, Jawa Barat,
13 Maret 1951
 
Pendidikan :
Sekolah Rakyat Negeri 1 Garut, Jawa Barat (1956-1962),
SMPN 1 Garut, Jawa Barat,
(1962-1966),
STMN Garut, Jawa Barat,
(1966-1969),
 ASRI Yogyakarta (1969-1970), Akademi Seni Rupa, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta /Institut Kesenian Jakarta (1973-1975),
S-1 Fakultas Seni Rupa IKJ (1998),
S-2 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,
S-3 Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya,
 
Karier :
Aktor dan Skenografer Teater Koma (1977 s/d sekarang),
Pengajar Fakultas Seni Rupa IKJ (1991 s/d sekarang),
Produser Pelaksana PH Indika Entertainment (2001-2004),
Pengajar Fakultas Film dan Televisi IKJ
(2001 s/d sekarang),
Pengajar STIKOM Trisakti Jakarta (2000 s/d sekarang)
 
Aktifitas Berteater :
Anggota Teater Mandiri
 (1973-1976),
Anggota Teater Keliling,
Anggota Teater Koma
 (1977 s/d sekarang)   
 
Pencapaian :
Beberapa kali menang dalam kompetisi menulis naskah cerita anak-anak dan remaja

Seniman Teater
Syaeful Anwar
 
 
 
Lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 13 Maret 1951. Latar belakang pendidikannya di tempuh di Sekolah Rakyat Negeri 1 Garut, Jawa Barat (1956-1962), SMPN 1 Garut, Jawa Barat (1962-1966), dan STMN Garut, Jawa Barat (1966-1969). Berkuliah di ASRI Yogyakarta (1969-1970) dan Akademi Seni Rupa, Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta/Institut Kesenian Jakarta (1973-1975). S-1 Fakultas Seni Rupa IKJ (1998), S-2 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, S-3 dengan program studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Jakarta dan berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2012, dengan disertasi berjudul ‘Perkembangan Teater Kontemporer Indonesia 1968-2008’.
 
Meski pendidikan formalnya ia tempuh di bidang senirupa, namun ia lebih dikenal sebagai pekerja teater. Ia pernah bergabung dengan Teater Mandiri, pimpinan Putu Wijaya (1973-1976) dan Teater Keliling. Di tahun 1977, ia bergabung bersama Nano Riantiarno, mendirikan Teater Koma. Selain itu Syaeful juga pernah membantu koreografer Sardono W. Kusumo dalam pementasan tari Yellow Submarine dan Danarto dalam pementesan teater Bel Geduwel Beh.
 

Awal mula keterlibatannya dalam Teater Koma dianggapnya merupakan hal yang. paling mengesankan. Saat ia  membaca sebuah puisi tentang Jakarta yang hampir tenggelam, dengan gaya seperti orang gila, di panggung Teater Arena, Taman Ismail Marzuki, Nano Riantiarno melihatnya dan kemudian mengajak bergabung. Hingga kini, ia masih menjadi tulang punggung Teater Koma. Meski kini tak lagi berperan sebagai pemain di Teater Koma, namun ia lebih banyak di belakang panggung sebagai Skenografer. Bersama Onny Koes Harsono, ia membuat panggung yang dipentaskan Teater Koma di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki menjadi apik dan berwarna.
 
Karena bakat yang dimilikinya yang kemudian membuat mantan Produser Pelaksana PH Indika Entertainment (2001-2004) ini, dapat dengan cepat menterjemahkan setiap naskah yang disodorkan kepadanya. Tiap kali membaca, hampir seketika itu juga ia membayangkan setting panggung yang sesuai untuk jalan cerita dalam naskah.


Teater Koma MAAF-MAAF-MAAF (2005)

 
Di tengah kesibukannya merancang skenografi Teater Koma, ia tetap tak melepaskan tugasnya di IKJ. Sejak tahun 1991, ia menjadi pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain IKJ dan pengajar di Fakultas Film dan Televisi IKJ. ia juga mengajar di Stikom Trisakti Jakarta. Sebagai dosen, Syaeful telah mendapat sertifikasi dosen sehingga ia bias bisa mengajar dimana saja.
 
Ia bertekad tak akan pernah meninggalkan dunia kesenian yang telah digeluti sejak berpuluh tahun lalu tersebut. Biarpun kadang melelahkan, berkecimpung di teater bukan lagi sekedar kesenangan baginya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kesenian juga selalu membuatnya bersemangat. Apa pun yang berbau kesenian, ia selalu tertarik, berakting di teater, drama, ataupun menulis naskah, pernah ia lakoni. Tahun 1980-an beberapa kali ia menang dalam kompetisi menulis naskah cerita anak-anak dan remaja.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...