Syahril Alek

Koreografer
Syahril Alek
 
 
 
Lahir di Padangpanjang, Sumatra Barat, 28 Agustus 1964. Alumnus SMAN 1 Padang Panjang, ASKI Padang Panjang jurusan tari dan STSI (sekarang ISI) Surakarta. Alek, nama panggilannya, juga berhasil menyelesaikan studi program Magister Penciptaan Tari di ISI Surakarta, tahun 2007.
 
Pengajar jurusan tari di ISI Padangpanjang ini, sudah beberapa kali menciptakan tarian di berbagai acara. Beragam tari berhasil diciptakannya, antara lain, ‘Indang Romalai’, ‘Jari-Jari’, dan ‘Sapuah Babonga’. Ia juga berhasil mempergelarkan karya tari berjudul ‘Ayak Sagu Maranti’ pada acara Parade Tari Riau di Pekan Baru, Riau (2010), mempergelarkan karya tari berjudul ‘Nagari Itiak Patah’ pada acara World Dance Day/Solo 24 Jam Menari di Surakarta, Jawa Tengah (2011) dan mempergelarkan karya tari ‘Legaran Demokratik’ Surakarta, Jawa tengah (2011).
 


‘Legaran Raso, legaran Pareso’ (IDF 2012)

Tahun 2009, ia tergabung dalam tim delegasi Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang bertolak ke Den Haag, Belanda untuk ikut berpartisipasi dalam Festival Tong-Tong Fair 2009, dalam festival tersebut, karya tarinya, ‘Indang Ramolai’ turut ditampilkan. Tahun 2012, ia kembali bertolak ke Belanda atas penugasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk tampil dalam program Penampilan Muhibbah Seni yang selenggarakan di Pasar Malam Indonesia di Den Haag, Universitas Leiden, dan Utrecht School of Art.
 

 
Seniman yang juga aktif di HITAM-PUTIH Community of Art Sumatera ini, juga tampil dalam ajang Indonesian Dance Festival (IDF) 2012, setelah berhasil lolos dalam seleksi dewan kurator IDF. Pada ajang tersebut, ia menampilkan sebuah kriya bertajuk ‘Legaran Raso, legaran Pareso’, sebuah karya tari yang juga ditampilkannya di Festival Kesenian Indonesia (FKI) V di ISI Surakarta. Dalam karyanya itu, ia mengolah berbagai kemungkinan pengelolaan gerak legaran yang hanya dijumpai pada kesenian Randai. Selain unsur tari yang menonjol, karya tarinya ini juga diperkuat dengan unsur musikal. Pada ajang tersebut, ia juga mendapat keistimewaan khusus, dimana karyanya tersebut di beri peluang untuk tampil sebagai karya penutup dari sekian banyak karya. Posisi juru kunci dalam sebuah festival jamaknya adalah posisi yang terhormat sebagai karya pamungkas.
 
Ia kini menetap di kota Padangpanjang, Sumatera Barat. Selain sebagai koreografer, ia juga dikenal sebagai penata artistik dan lighting di berbagai acara pertunjukan.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Syah Ril Alek
 
Lahir :
Padangpanjang,
Sumatra Barat,
28 Agustus 1964
 
Pendidikan :
SMAN 1 Padang Panjang,
ASKI Padang Panjang jurusan tari,
STSI (ISI) Surakarta,
Program Magister Penciptaan Tari pada program pasca sarjana ISI Surakarta
(lulus 2007)
 
Aktifitas lain :
Aktifis di HITAM-PUTIH Community of Art Sumatra,
Penata Artistik,
Penata Cahaya
 
Karya Tari :
Indang Romalai,
Jari-Jari,
Sapuah Babonga,
Ayak Sagu Maranti,
Nagari Itiak Patah,
Legaran Demokratik,
Indang Ramolai,
Legaran Raso, legaran Pareso

You may also like...

Leave a Reply