Syu’bah Asa


Syu’bah Asa
 
 
Aktor teater, budayawan dan penulis ini lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 21 Desember 1941. Menyelesaikan pendidikannya di IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1977-1979), redaktur majalah Tempo (1971-1987), Editor dan Panji Masyarakat (1987-1988).
 
Periode tahun 1950-1969, ia aktif berteater bersama Teater Muslim dan Bengkel Teater pimpinan WS. Rendra (alm) di Yogyakarta sebelum pindah ke daerah Citayam, Depok. Selain dikenal sebagai penggiat teater, Syu’bah Asa juga dikenal sebagai seorang penulis. Ia juga banyak melakukan puitisasi ayat-ayat Al-Quran dan menerjemahkan karya klasik Arab ke bahasa Indonesia, diantaranya: Asraful Anam dan Qasidah Berzanji.
 
Baginya seni Islam itu berpijak pada pemikiran akan adanya pertemuan antara seni dan agama yang bernama religiusitas atau mistik. “Karena selalu ada pertemuan antara seni dan agama yang disebut dengan religiusitas,” ujar Syubah Asa. “Maka bagi seorang muslim seni pun seharusnya menjadi sarana untuk memberikan penyadaran dan mengajak penikmat seni untuk selalu ingat akan Tuhannya,” tambahnya.
 
Seniman teater, sastra dan juga wartawan senior ini wafat dalam usia 68 tahun, pada hari Minggu, 24 Juli 2011 pukul 17.00 wib di Pekalongan, Jawa Tengah, akibat komplikasi penyakit  jantung, ginjal dan paru-paru, setelah sebelumnya dirawat selama sepekan RSI Pekajang, Pekalongan, Jawa Tengah. Meninggalkan seorang istri, Eti Sunarsih dan tiga orang anak. Dimakamkan di TPU Pringlangu keesokan harinya.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 
 

Nama :
Syu’bah Asa bin Sanusi
 
Lahir :
Pekalongan, Jawa Tengah,
21 Desember 1941
 
Wafat :
Pekalongan, Jawa Tengah,
24 Juli 2011
 
Pendidikan :
SD Keradenan,
SMP Muhammadiyah,
SMA Muhammadiyah,
Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada,
IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
 
Karier :
Redaktur majalah Tempo
(1971-1987),
Editor Panji Masyarakat
 (1987-1988)
 
Kegiatan lain :
Anggota Dewan Kesenian Jakarta (1977-1979)
 
Karya Tulis :
Cerita di Pagi Cerah (1960),
Asraful Anam ,
Qasidah Berzanji

You may also like...

Leave a Reply