Tan Gwan Hien

Nama :
Tan Gwan Hien
 
Lahir :
Klaten, Jawa Tengah,
16 Januari 1946
 
Pendidikan :
SD Tjoeng Tjen (Solo),
SD Warga (Solo),
SMP Kanisius (Solo)
 
Karier :
PNS Taman Budaya Jawa Tengah (1983-2002)
 
Aktifitas Lain :
Pelatih Tari di Perkumpulan Masyarakat Surakarta
(1976 s/d sekarang),
 
Pencapaian :
Trofi Juara I Ibu Tien Soeharto dalam Festival Wayang Orang Panggung Amatir (1989)
 
Karya :
Repertoar Sumantri Gugur (1989),
 Gatotkaca Birawa,
Keong Mas,
Sripanganti,
 Teratai,
Lampion,
 Sinta Ilang (2009)

Seniman Tari
Tan Gwan Hien
 
 
 
Lahir di Klaten, Jawa Tengah, 16 Januari 1946. Berlatar belakang pendidikan di SD Tjoeng Tjen (Solo), SD Warga (Solo) dan SMP Kanisius (Solo). Berkenalan dengan kesenian Jawa saat masih di kelas lima SD. Belajar menari Jawa karena memang menyukainya. Baginya kesenian memberi rasa percaya diri, martabat, dan meluaskan pergaulan. Awalnya belajar menari dari pamannya, guru tari Jawa dikelompok Mekar Sari, Demang TjoeThiam Soe di Klaten. Tahun 1962, ia belajar menari pada guru tari Mangkunegaran, Demang Poncosewoko, Padmomartoyo dan Atmomartoyo, sebab keluarganya tinggal di kampung Widuran, Solo.
 
Ketika bergabung dengan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), sebuah organisasi sosial masyarakat Tionghoa di kota Solo, ia belajar menari pada empu tari Keraton Kasunanan RNg Wignyohambekso dan Mulyoharsono. Sebagai kelengkapan seorang penari, ia ikut belajar gamelan pada kelompok Darmo Budoyo, juga komunitas Tionghoa. Mempelajari tari Liong dan Barongsai pada perkumpulan Hoo Hap, serta mendalami ilmu kungfu. Semua itu mendukung keluwesan, kekompakan, dan ekspresi gerak tarinya.
 
Sejak tahun 1976 sampai sekarang, ia menjadi pelatih tari tetap di PMS. Ia juga menjadi guru tari honorer di berbagai sekolah di Solo, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi (1983-2002). Kegiatannya yang lain yaitu menjadi pegawai negeri sipil di Taman Budaya Jawa Tengah yang berkedudukan di Solo (1983-2002).
 
Di PMS, ia merupakan guru tari yang handal. Berkat perannya sebagai sutradara sekaligus pembuat sangit (kreasi) cerita kelompok kesenian PMS, ia pernah meraih Prestasi puncak saat berhasil meraih trofi juara I Ibu Tien Soeharto dalam Festival Wayang Orang Panggung Amatir (WOPA) tahun 1989, membawakan Repertoar Sumantri Gugur. Bersama Kelompok PMS, ia juga sering melawat ke sejumlah tempat seperti Jakarta, Surabaya, Madiun, Malang, Semarang, dan Pontianak. Bahkan pernah pula melakukan lawatan ke Singapura.
 
Dikenal menguasai cerita wayang. Dulu, ia suka membawakan peran Cakil, Anoman, Gatotkaca dan Bugis. Selain itu ia juga menguasai beragam tari Jawa, dari jenis gagahan, alusan, hingga berbagai tari perempuan.  Kini ia lebih sering melatih tarian jenis kreasi baru yang dinamis dan ia adaptasi dari tarian nasional. Ia juga membuat tari kreasi baru dengan dasar balet, tarian India, dan Tarian Mandarin.
 
(Dari Berbagai Sumber)  

You may also like...