Tanty Josepha

Nama :
Khatanti Maria Josepha Gondokusumo

Lahir :
 Solo, Jawa Tengah
22 Maret 1950
 
Pendidikan :
SMA Stella Duce, Yogjakarta (1968),
 
Profesi :
 Penyanyi dan Aktris Film
 
Filmografi :
  Mama (1972),
Seribu Janji Kumenanti (1972),
Setulus Hatimu (1974),
Jembatan Merah (1973),
Suster Maria (1974),
 Kasih Sayang (1974),
 Malam Pengantin (1975), Ranjang Siang, Ranjang Malam (1976),
Gaun Hitam (1977),
 Istri Dulu, Istri Sekarang (1978)
 
Penghargaan :
Aktris terbaik FFI (1975),
 Aktris Terbaik Festival Film Asia (1975),
Aktris Terbaik PWI (1974),
Aktris Harapan FFI (1973)


Aktris Film
Tanty Josepha
 
Bernama asli Khatanti Maria Josepha Gondokusumo, berdarah campuran Indo-Belanda, kulit kuning, lincah, rambut agak pirang. Kelahiran Solo, Jawa Tengah, Tanti telah menunjukan bakatnya di bidang menyanyi. Pada usia muda sekali ia sering tampil di panggung dalam berbagai kesempatan.
 
Di Jakarta ia mengalami pematangan karir, ditempa di tengah persaingan yang keras. Nasibnya agak mujur, ia ‘jatuh’ di tangan seorang gitaris dan pemimpin band yang terkenal pada waktu itu, Enteng Tanamal, yang akhirnya dipersunting oleh Enteng Tanamal. Dari perkawinannya ini lahir Joan Tanamal, seorang putri yang tak jauh menyimpang dari kebolehan kedua orang tuanya. Joan menjadi seorang anak dari sekian banyak penyanyi cilik yang digemari.
 
Dari dunia menyanyi, Tanty beranjak ke dunia film, disini ia pun sukses sebagai pemain film yang cukup terkenal. Film pertama kalinya yaitu Mama (1972), dan ia pun terpilih menjadi pemain wanita harapan pada FFI 1973 di Jakarta, untuk permainannya dalam Seribu Janji Kumenanti (1972). Setelah itu tawaran produser datang beruntun.
 
Belum sebulan hadiah PWI ia terima sebagai aktris terbaik dalam film Suster Maria (1974), beberapa media massa menulis ia menang karena menyuap 11 dari 36 wartawan juri. Namun setelah Parfi melakukan pengusutan diyatakan, bahwa ia tidak melakukan pelanggaran sogok-menyogok, tak urung PWI menjatuhkan pemecatan sementara atas 10 orang anggotanya yang mengaku terlibat di dalam penerimaan sejumlah uang.
 
Pada FFI 1975 di Medan ia terpilih sebagai Aktris Terbaik untuk permainannya dalam film Setulus Hatimu (1974). Untuk perannya dalam film yang sama, pada tahun itu juga Festival Film Asia yang diselengggarakan di Jakarta, ia terpilih sebagai Aktris Terbaik.
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply