Tarsan


Seniman Teater Tradisional
Tarzan
 
 
 
 
Dikenal sebagai komedian. Lahir di Malang, Jawa Timur, 22 April 1945. Besar di panggung teater tradisional ludruk. Perjalanan karinya  dimulai pada tahun 1967-1970, bergabung dengan sandiwara Briomo Yon 412 Malang. Tahun 1970-1975, bergabung dengan Vijaya Kusuma, kemudian di tahun 1977-1979 bergabung dengan Lokaria. Baru pada bulan Mei 1979 bergabung dengan Aneka Ria Srimulat. Nama panggung Tarzan sendiri didapat saat ia sukses memerankan tokoh itu dalam suatu pertunjukan. Pasca penampilannya tersebut, ia menggunakan nama Tarzan, baik dalam penampilannya di Srimulat maupun di acara panggung tradisional.
 
Bersama grup Srimulat, ia sering tampil di TVRI. Pertama kali tampil di televisi pada acara Galarama tahun 1979 di TVRI stasiun Surabaya. Sejak penampilan pertamanya ia sering mengisi acara antara lain Siaran Pedesaan dan Penerangan Lalu Lintas Kodak X Jawa Timur. Penyampaiannya dengan menggunakan gaya humor, mengisi acara kuiz keluarga acara tentang penerangan keluarga (1981), dan tampil dalam acara Swadesi, sebagai komedian.
 
Dengan postur tubuh yang tergolong tinggi, di panggung Srimulat ia umumnya memerankan profil kalangan atas seperti majikan, pejabat, atau bahkan jendral. Bersama teman mainnya, Gepeng (alm), keduanya serasi dalam menjalin lawakan-lawakan. Di acara Ketoprak Humor ia juga banyak berperan sebagai raja atau prabu, yang sering memberikan nasihat-nasihat yang dicampuri lawakan.
 
Komedian itu tercatat pernah membintangi beberapa film layar lebar antara lain Untung Ada Saya (1982), Gepeng Mencari Untung (1983), Akibat Terlalu Bebas (1987) dan Godain Kita Dong (1989) serta Pertarungan Di Goa Siluman (1989). Beberapa produk komersial pun pernah memakai jasanya sebagai bintang iklan di televisi. Bahkan artis sinetron Tora Sudiro dan komedian Tukul Arwana mengakui bahwa ia  adalah idola mereka.
 
Sulitnya mencari alamat pelawak-pelawak di Indonesia, mengilhaminya untuk membuat buku Pelawak Indonesia. Buku tersebut berisi biodata dan perjalanan karir pelawak seperti Jojon, Kadir, Marwoto, Timbul dan lain-lain. Tidak cuma itu, didalam buku tersebut juga tercantum panduan singkat bagi generasi muda yang akan mengeluti dunia lawak secara professional. Bukunya terbilang cukup lengkap, karena sebelum membuat buku tentang Pelawak Indonesia ini, seniman teater tradisional yang membuka membuka usaha warung ikan ala belantara yang menunya berhubungan dengan belantara ini, terlebih dahulu telah menugasi orang-orangnya untuk melakukan survei dari satu daerah ke daerah lain. Dengan begitu masyarakat pembaca akan bangga karena pelawak lokal di daerahnya akan tercantum dalam Buku Pelawak Indonesia.
 
Di usianya yang sudah terbilang senja, suami dari Sulistina yang dinikahinya pada l 1 Oktober 1969 ini, merasa siap menjalani sisa hidupnya tanpa harus menerima banyak beban hidup. Ia juga tetap giat mencari nafkah untuk keluarga. Bedanya, dia tak ngoyo lagi seperti masa muda dulu. Ia lebih santai dan pasrah menjalani setiap tanggung jawab yang diberikan padanya.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Toto Maryadi
 
Lahir :
Malang, Jawa Timur,
22 April 1945
 
Grup Lawak :
Sandiwara Briomo Yon 412 Malang (1967-1970),
Vijaya Kusuma (1970-1975),
Lokaria (1977-1979),
Aneka Ria Srimulat
(Mei 1979)
 
Filmografi :
Untung ada Saya (1982),
Gepeng Mancari Untung (1983),
Akibat Terlalu Bebas (1987) Godain Kita Dong (1989), Pertarungan Di Goa Siluman (1989),
Ikut-Ikutan (1990),
Barang Titipan (1991),
3 Dalam 1 (1992),
Plin Plan (1992),
Mumpung Ada Kesempatan (1993),
Kamulah Satu-Satunya (2007),
 Otomatis Romantis (2008), Perempuan Punya Cerita (2008),
Asoy-Geboy (2008),
Gara-Gara Bola (2008),
Wakil Rakyat (2009),
Istri Boongan (2010),
Tendangan Dari Langit (2011),
Satu Hari Sejuta Cinta (2013)

You may also like...