Tino Saroengallo

Nama :
Tino Saroengallo
 
Lahir :
Jakarta, 10 Juli 1958
 
Pendidikan :
Fakultas Sastra Universitas Indonesia,
Mandarin Training Center, Taiwan Normal University, Taipei, Taiwan, Chinese Studies
 
Penghargaan :
Most Promising Director di 46th Asia Pacific Film Festival, Jakarta, lewat film Pasir Berbisik (2001),
Best New Director di 47th Asia Pacific Film Festival, Seoul, Korea Selatan lewat film Cau Bau Kan (2002),
Penghargaan untuk kategori Film Dokumenter Terbaik di ajang Indonesia Film Festival 2004, lewat Movement in Indonesia (Censored Version)
film pendek Student, Movement in Indonesia : the Army Forced Them to be Violent meraih penghargaan sebagai best film di 47th Asia Pasific Film.
 
Filmografi :
Quickie Express,
Pesan dari Surga,
MBA (Married By Accident),
Cau Bau Kan,
Pasir Berbisik,
Student Movement in Indonesia : the Army Forced Them to be Violent/Tragedi Jakarta 1998,
Setelah 15 tahun (2013)
 
Karya Tulis :
Ayah Anak Beda Warna! (2008)


Seniman Film
Tino Saroengallo
 
 
 
Dikenal sebagai sutradara film dokumenter. Lahir di Jakarta, 10 Juli 1958. Ayahnya, Renda Saroengallo, adalah orang Toraja. Namun Sebagai anak yang lahir di Jakarta, Tino mendefinisikan dirinya sebagai ‘Anak Toraja Kota’. Pendidikannya di tempuh di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Mandarin Training Center, Taiwan Normal University, Taipei, Taiwan, Chinese Studies. Memulai karier di film dengan menjadi seorang kru film. Berkat kegigihannya, ia berhasil menjadi seorang aktor, sutradara dan produser yang disegani. Sebagai aktor ia telah membintangi beberapa film layar lebar, diantaranya Quickie Express, Pesan dari Surga, MBA/Married By Accident, dll.
 
Sebagai sutradara, Tino telah meraih berbagai penghargaan bergengsi lewat film-filmnya besutannya. Penghargaan tersebut antara lain Sebagai Best Art Director & Best New Director di 47th Asia Pacific Film Festival 2002, Seoul, Korea Selatan, lewat film Cau Bau Kan. Filmnya yang berjudul Pasir Berbisik juga meraih Best Cinematography, Best Sound and Jury’s Special Award untuk Most Promising Director di 46th Asia Pacific Film Festival, 2001, di Jakarta. Selain itu film ini juga meraih Best Actress Award di Festival du Film Asiatique Deauville 2002, Paris, Perancis.
 
Pernah terlibat sebagai sutradara Student Movement in Indonesia (Censored Version). Film yang membuatnya meraih penghargaan untuk kategori Film Dokumenter Terbaik di ajang Indonesia Film Festival 2004. Karya film pendek Student Movement in Indonesia : the Army Forced Them to be Violent/Tragedi Jakart 1998 meraih penghargaan sebagai best film di 47th Asia Pasific Film. Film ini di dedikasikan bagi korban tragedi Semanggi I dan Semanggi II. Sedangkan film dokumenter terbarunya Setelah 15 Tahun … di dedikasikan untuk Moses Gatotkaca, korban peristiwa Gejayan, dan Yun Hap, korban tragedi Semanggi II, yang mewakili korban lain selama rezim Orde Baru.  
 
Menurut salah satu produser program Eagle Awards Documentary Competition Metro TV ini, film dokumenter mengangkat suatu fenomena dalam kehidupan masyarakat. Fenomena itu, baik yang terlihat maupun dari bacaan, disampaikan lewat bahasa visual berdasarkan sudut pandang si pembuat film. Di sinilah si sutradara menentukan sikapnya. Berbeda dengan news feature yang harus menekankan teori pemberitaan yang seimbang dalam tayangannya. Dalam news feature, kedua pihak bertikai yang ditayangkan harus diwawancarai dan mendapatkan porsi yang sama. Sedangkan di film dokumenter hal tersebut tidak perlu.
 
Dikenal pula sebagai produser, direktur serta manajemen produksi untuk pembuatan sejumlah iklan televisi. Selain aktif di film, ia juga menulis sebuah buku berjudul Ayah Anak Beda Warna! (Tembi, Yogyakarta, 2008), yang berisi soal pemberontakannya selaku putra Toraja yang hidup di kota Jakarta. Buku ini lantas jadi penting karena ditulis dengan gaya penulisan orang pertama di mana si penulis menjadi tokohnya dan melewati proses yang tak main-main dalam memberontak terhadap adat yang menurutnya tidak berpihak kepada kehidupan.
 (Dari Berbagai Sumber)
  
 
 

You may also like...

Leave a Reply