Titiek Puspa

Seniman Musik
Titiek Puspa
 
 
Titiek Puspa adalah insan seni serbabisa. Dia terampil berolah vokal, menata komposisi, serta berakting. Rasanya mungkin Titiek Puspa satu-satunya wanita Indonesia yang mempunyai karier musik terbentang dari era Bung Karno hingga SBY. Titiek adalah wanita terdepan industri musik pop yang mendekati lima dasawarsa sejak 1954. Lagu yang diciptakannya pun beragam dari nuansa Jazzy, rock n’ roll, balada, soul, hingga campur sari. Prestasinya sebagai komposer antara lain dibingkai lewat lagu Cinta, yang meraih Grand Prize dalam Festival lagu Pop Nasional tahun 1974. ‘Cinta’ berhak mewakili Indonesia dalam World Pop Song Festival di Budokan Hall, Tokyo – Jepang lewat tarikan suara almarhum Broery Marantika. Lalu ia berhasil memboyong Bronze Prize dalam acara The Word Song Festival di Los Angeles, California tahun 1984.
 
Titiek Puspa tidak hanya dikenal pandai menyanyi. Ia juga seorang penulis lagu yang andal. Ia sering mencetak hits. Sebut saja dua lagunya ‘Virus Cinta’ dan ‘Emangnya Gue Pikirin’ (EGP). Ia tidak saja berhasil mempopulerkan lagu EGP, tetapi juga menciptakan bahasa gaul EGP yang sangat popular di kalangan remaja. Titiek merasa bersyukur karena telah diberi talenta seni. Terlahir dengan nama Sudarwati anak keempat dari 12 bersaudara itu merupakan putri dari keluarga Menteri Kesehatan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Mariam namanya diganti menjadi Kadarwati karena sering sakit-sakitan. Lalu berubah menjadi Sumarti. Kemudian dipanggil Titiek.
 
Di tengah kebangkitan kembali film Indonesia, ia justru memilih tidak akan latah ikut-ikutan bermain dalam film layar lebar. Padahal, ia bukannya tidak bisa berakting. Buktinya, pada masa kejayaan film Indonesia dulu, penyanyi dan pencipta lagu segala zaman ini turut meramaikan dunia perfilman. Sedikitnya enam judul film pernah ia bintangi. Di usianya yang terbilang senja ia masih tetap enerjik, semangat dan penuh guyon.
 
“Orang itu harus berani, tekun dan jujur”, ujarnya, bukan tanpa sebab kalau ibu dua perempuan ini berpegang pada tiga kata magis yaitu harus berani, tekun, dan jujur itulah yang membawanya sukses sebagai pencipta lagu, penyanyi, aktris, dan kreator operet. Pasalnya dalam perjalanan hidupnya ia kerap menerima cercaan dan hinaan, tetapi tetap berani untuk tidak menyimpan dendam. “Harus berani menghadapi kesuksesan tanpa harus berbangga diri atau sombong”, katanya. Namun perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus, kadang penuh onak dan duri. Tahun 60-an ia diboikot dan namanya tidak pernah muncul di media massa untuk beberapa waktu.
 
Usia boleh bertambah, namun baginya, berkarier harus jalan terus. Dihari jadinya yang ke 66 tahun ia meluncurkan biografinya berjudul ‘Biografi Titiek Puspa’ yang di tulis oleh wartawan Ninok Leksono. Buku itu sendiri, terangnya berisi perjalanannya dalam kariernya didunia seni, khususnya seni tarik suara yang sudah berjalan lebih setengah abad. Ia tidak ingin berhenti meninggalkan dunia yang digeluti selama ini, sebaliknya ia ingin terus melanjutkan kariernya untuk terus bisa tampil dipanggung.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

Nama :
Sudarwati
 
Lahir :
Tanjung,
Kalimantan Selatan,
1 November 1937
 
Pendidikan :
SGTK/Sekolah Guru Taman Kanak-kanak
 
Karya Lagu, diantaranya:
Kisah Hidup (1963),
Mama (1964),
Romo Ono Maling,
Rindu Setengah Mati,
Pantang Mundur,
Ayah,
Dara Puspita,
Marilah Kemari,
Gang Kelinci,
Bing,
Jatuh Cinta,
Bimbi,
Dansa Yok Dansa,
Adinda
Sendiri,
 Apanya Dong,
Burung Kakatua,
 Kupu-Kupu Malam,
Virus Cinta (1997)
 
Filmografi :
Minah Gadis Dusun (1965),
Di Balik Cahya Gemerlap (1966),
Awan Jingga (1970),
Rio Anakku (1974),
Tiga Cewek Badung (1975), Inem Pelayan Sexy (1976),
Karminem (1977),
Rojali dan Zuleha (1980),
Gadis (1980),
 Koboi Sutra Ungu (1981),
Apanya Dong (1983),
Cinta Setaman (2008)
 
Buku :
Titiek Puspa : A Legendary Diva (2008)
 
Pencapaian :
Juara Bintang Radio (1954)
BASF AWARD,
Lagu Cinta mendapat Bronze Prize dalam The World Song Festival, Los Angeles, California, Amerika Serikat (1984),
Pengabdian Panjang di Dunia Musik (1994),
SCTV Lifetime Achievement Award (2013)

You may also like...