Titien Sumarni


Aktris dan Produser Film
Titien Sumarni
 
 
Lahir di Surabaya, Jawa Timur, 28 Desember 1932. Masih berdarah ningrat Sumedang. Berkenalan dengan dunia film lewat sutradara Rd. Arifin, yang di perkenalkan oleh Harun Al Rasyid seorang karyawan Studio Golden Arrow. Titien kemudian di ajak main dalam film Seruni Layu (1951), mendampingi alm. Turino Djunaidi. Menyusul film-filmnya Gadis Olahraga (1951), Sepandjang Malioboro (1951), Puteri Solo dan Gara-gara Hadiah (keduanya tahun 1953), Ayah Kikir dan Lewat Jam Malam (1954) dan bermain dalam 20-an judul film lainnya.
 
Karena kepopulerannya, aktris yang terkenal dengan tahi lalat di atas bibir kirinya ini dinobatkan sebagai Ratu Layar Lebar, lewat angket yang diadakan oleh beberapa majalah, diantaranya Dunia Film dan Kencana (kentjana).
 
Tahun 1954 ia mendirikan perusahan film, Titien Sumarni Picture Corporation yang memproduksi beberapa judul film, antara lain, Puteri Dari Medan (1954), Mertua Sinting (1954), Tengah Malam (1955), Sampah (1955) dan Saidjah Puteri Pantai (1956). Dialah aktris film pertama Indonesia yang memiliki perusahaan film. Kepopulerannya mulai surut, kecemerlangannya pelan-pelan pudar sejak bermain dalam filmya yang terakhir Janjiku (1956). Titien Sumarni, meninggal di Bandung, Jawa Barat, 15 Mei 1966.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 
 
 
 
 

Nama :
Titien Sumarni
 
Lahir :
Surabaya, Jawa Timur,
28 Desember 1932
 
Wafat :
Bandung, Jawa Barat,
15 Mei 1966
 
Profesi :
Aktor dan Produser Film,
Pemilik Titien Sumarni Picture Corporation
 
Penghargaan :
Ratu Layar Lebar dari majalah Film dan Kencana (Kentjana)
 
Filmografi :
Seruni Layu (1951)
Gadis Olahraga (1951),
Sepandjang Malioboro (1951),
Pahit-pahit Manis (1952),
Pengorbanan (1952),
Konde Tjioda (1953),
Lagu Kenangan (1953),
Putri Solo (1953),
Lewat Jam Malam (1954),
Sedarah Sedaging (1954),
Antara Tugas dan Tjinta (1954),
Klenting Kuning (1954),
Putri Dari Medan (1954),
Saidjah Puteri Pantai (1956),
Janjiku (1956)        

You may also like...

Leave a Reply