Titis Basino


Penulis
Titis Basino
 
 
Nama Titis Basino mencuat dalam khazanah sastra Indonesia pada kurun waktu 1980-an. Akan tetapi, dia telah menggeluti dunia sastra jauh sebelum kurun waktu tersebut, yaitu pada tahun 1960-an. Kehadiran wanita pemilik nama lengkap Titis Retnoningrum Basino ini dalam kancah sastra Indonesia ditandai dengan munculnya beberapa cerita pendeknya dalam majalah.
 
Kreativitasnya dalam menulis membawa Titis Basino memperoleh Pengasahan Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa atas karya Dari Lembah ke Coolibah pada tahun 1998. Pada tahun yang sama, dia terpilih sebagai pengarang Indonesia untuk menerima penghargaan Sastra Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera), suatu penghargaan sastra Asia Tenggara yang baru pertama kali diberikan pada tahun 1999.
 
Titis Basino dilahirkan pada tanggal 17 Januari 1939 di Jawa Tengah dari pasangan Basino Atmodisuryo dan Suparmi. Pendidikan dasar dan pendidikan menengah ditempuhnya di Kota Purwokerto. Menyelesaikan pendidikan dasar pada tahun 1945, sekolah menengah pertama diselesaikannya pada tahun 1955, dan sekolah menengah atas pada tahun 1958, di  kota Purwokerto
 
Selepas SMA, Titis Basino hijrah ke Jakarta. Titis melanjutkan pendidikannya pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan menyelesaikannya tingkat sarjana mudanya pada tahun 1961. Selanjutnya, dia bekerja sebagai karyawan Perpustakaan FSUI selama satu tahun, yaitu pada tahun 1962. Titis bekerja sebagai pramugari pada maskapai penerbangan Garuda Indonesia Airways (1963-1964). Titis pun pernah aktif dalam organisasi wanita Gardenia Kebayoran Baru, Jakarta. Menikah dengan Ir Purnomo Ismadi pada tanggal 5 Mei 1964.
 
Dunia sastra digeluti Titis Basino sejak tahun 1957, saat berstatus sebagai pelajar sekolah lanjutan tingkat atas. Kala itu, karya-karya Titis turut menyemarakkan majalah sekolah. Pada tahun 1963, cerita pendeknya yang berjudul “Dia, Hotel, dan Surat Keputusan” dinyatakan sebagai penerima hadiah hiburan dari majalah Sastra.
 
Karya awalnya “Meja Gambar” diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Drafting Table oleh Claine Sivensen dan diterbitkan oleh Yayasan Lontar. Trilogi Titis Basino dari Lembah ke Cooliba, Welas Asih Merengkuh Tajali, dan Menyucikan Perselingkuhan bersama antologi puisi Episod-Episod si Awang karya Baharuddin H.O (Brunei Darussalam), kritik esai Rasa-Fenomenologi Penerapan Terhadap karya A Samad Said Karya Sohaimi Abdul Aziz (Malaysia) dinyatakan sebagai sebagai penerima Hadiah Sastra Mastera pada tahun 1999.
 
Saat ini, Titis lebih dikenal sebagai novelis yang tergolong produktif. Sampai dengan pertengahan tahun 1999, dia telah menerbitkan empat belas novel. Novelnya yang pertama diterbitkan oleh Pustaka Jaya pada tahun 1978 berjudul Pelabuhan Hati. Pada tahun 1998, dia menerima Penghargaan Sastra dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa untuk novelnya yang berjudul Dari Lembah ke Coolibah yang diterbitkan oleh Grasindo pada tahun 1997.
 
Trilogi: Dari Lembah ke Coolibah, Welas Asih Merengkuh Tajali, dan menyucikan Perselingkuhan. Karya Titis Basino P.I. diceritakan dengan gaya dan teknik bertutur yang menarik serta mengemukakan persoalan yang mengejutkan dari dunia batin wanita secara jujur. Trilogi itu berhasil menampilkan sosok wanita baya yang selalu berjiwa muda dengan berbagai hasrat dan impiannya yang hanya diketahui oleh kaum hawa. Nuansa-nuansa seperti itu banyak mewarnai karya-karya Titis. Sebelumnya, Titis Basino dalam karya-karya tidak saja “meneropong” kehidupan wanita, tetapi juga kehidupan kaum Adam. Namun, persoalan utama yang disuarakan tokoh dalam karya-karyanya menyangkut kehidupan kaum wanita. Hal itu dilakukannya karena semata-mata ingin mengangkat persoalan-persoalan yang dialami kaum wanita yang memang belum banyak disorot oleh pengarang-pengarang Indonesia.
 
Tentang karya-karya Titis Basino, kritikus sastra H.B Jassin pernah mengatakan bahwa karya-karya Titis Basino cukup memikat dan segar karena jalan ceritanya lancar serta cara pengungkapannya lugas sehingga terkesan tidak klise. Selain aktif menulis, Titis Basino juga aktif sebagai Anggota Dewan Pengawas Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Bersama-sama dengan teman-teman di PDS H.B. Jassin, Titis Basino bergulat dengan segenap tenaga dan perhatian untuk melanjutkan kerja besar yang telah diwariskan oleh alm H.B. Jassin terhadap khazanah sastra Indonesia.
 
(Berbagai Sumber) 

Nama :
Titis Retnoningrum Basino
 
Lahir :
Magelang, Jawa Tengah
17 Januari 1939
 
Pendidikan :
Fakultas Sastra
Universitas Indonesia (1961)
 
Karier :
Karyawan Perpustakaan FSUI (1962),
Pramugari Garuda Indonesia Airways
 (1963-1964),
Penulis
 
Karya :
Pelarian (1962),
Dia, Hotel, Surat Keputusan (1963),
Lesbian (1976),
Rumah Dara (1977),
Sarang Burung (1997),
Mendaratnya Sebuah Kapal (1997),
Mawar Hari Esok (1997),
Bukan Rumahku (1976),
Susuk,
Pelabuhan Hati (1978),
Di Bumi Aku Bersua di Langit Aku Bertemu (1983),
Dari Lembah ke Coolibah (1997),
Welas Asih Merengkuh Tajali (1997),
Menyucikan Perselingkuhan (1998),
Aku Supiah Istri Waldian (1998),
Tersenyumpun Tidak Untukku Lagi (1998),
Terjalnya Gunung Batu (1998),
Aku Kendalikan Air, Api, Angin, dan Tanah (1998),
Rumah Kaki Seribu (1998),
Tangan-tangan Kehidupan (1999),
Mawar Hitam Milik Laras (1999)
 
Penghargaan :
Novel Dari Lembah ke Coolibah mendapat Penghargaan Sastra Pusat Pembinaan dan Pengembangan Sastra
 tahun 1998, 
Penghargaan Matra dari Pemerintah Malaysia
 tahun 1999,
Peraih Anugerah Sastra ASEAN (SEA Write Award) tahun 1998

You may also like...