Tohpati

Nama :
Tohpati Ario Hutomo
 
Lahir :
Jakarta, 25 Juli 1971
 
Pendidikan Formal :
SMPN 68 Jakarta,
SMAN 70 Jakarta
 
Pendidikan Musik :
Kursus gitar klasik di Yayasan Musik Indonesia,
Kursus band di PPMC di sekolah musik Yamaha
 
Pencapaian :
Gitaris Terbaik pada Festival Band se-DKI (1985),
Gitaris Terbaik festival Band se-Jawa (1989),
Gitaris Terbaik pada Yamaha Band Explosion tingkat Nasional (1989)
 
Album :
Halmahera 1(Halmahera),
Alam Seniku (Halmahera),
Lukisan (Simak Dialog, 1996),
Tohpati (Solo, 1997),
Baur (Simak Dialog, 1999)
Serampang Samba – Tohpati It’s Time (Solo, 2002),
Trance/Mission
 (Simak Dialog, 2002),
Patahan (Simak Dialog, 2005),
Trisum 1st edition (2007)
It’s Time (Solo, 2008),
Demi Masa
(Simak Dialog, 2008)
Tohpati Ethnomission – Tohpati Bertiga Bersama Trisum (Solo, 2010),
Tohpati Bertiga (Solo, 2011),
Trisum DVD Trisum First Edition Trisum Five to One (2011),
Simak Dialog : Lukisan Demi Masa Patahan  Trancemission,
Tribal Dance (2014),
Guitar Fantasy (2015)
 
Filmografi :
Rectoverso (2013)
 

Gitaris dan Penulis Lagu
Tohpati
 
 
 
Bernama lahir Tohpati Ario Hutomo. Anak bungsu dari tiga bersaudara, putera pasangan Ir. Harnoko Hadisubroto dan Siti Werdhi Harini ini, dilahirkan di Jakarta, 25 Juli 1971. Perjalanan bermusiknya, terutama perkenalannya dengan alat musik gitar dimulai sejak ia duduk di Sekolah Dasar kelas empat. Pertama kali ia menyentuh gitar kepunyaan pamannya, yang dipanggil Oom Herri. Sejak itulah ia mulai mencoba belajar serius, dengan mengambil kursus gitar klasik di Yayasan Musik Indonesia. Di tempat tersebut, ia belajar sudah sampai Level 5. Dimana ia sudah bisa memainkan lirik lagu mulai dari Led Zeppelin, Deep Purple, Genesis, Yes, dan lainnya.
 
Ketika duduk di sekolah menengah pertama, di SMPN 68 Jakarta, ia bertemu dan kemudian banyak bermain bersama Didi AGP dan Dian HP, yang lantas membuatnya masuk formasi grup Splash Band. Dalam grup itu, terdapat pula musisi kawakan lain seperti Cendi Luntungan (drummer), Nya Ina Raseuki alias Ubiet (vokal), almarhum Ricky Johannes (vokal) dan Yoyok (saxophone).
 
Namanya semakin di perhitungkan setelah ia menyabet gelar Gitaris Terbaik pada Festival Band se-DKI Jakarta pada saat usianya menginjak 14 tahun. Sejak saat itu ia mulai mengecap pengalaman untuk mengisi rekaman, juga mengisi acara jazz di TVRI. Ketertarikan musiknyapun berkembang, ia mulai menyimak dan menyukai nama-nama yang kondang di dunia musik jazz, antara lain Mezzoforte, Casiopea, Uzeb, Spyrogyra, Kazumi Watanabe dan banyak lagi lainnya.
 
Sadar akan kemampuan musiknya yang terus berkembang, gitaris jazz yang aliran musik jazz-nya dipengaruhi oleh banyak gitaris jazz dunia, terutama pengaruh dari gaya permainan Pat Metheny ini, lantas mengikuti kursus band di PPMC di sekolah musik Yamaha, yang dilanjutkan dengan membentuk formasi Tohpati Band, bersama kakak kandungnya sendiri. Grup tersebut kemudian mengikuti ajang kontes band paling bergengsi saat itu, Light Music Contest, hingga menembus sampai final nasional.
 


Tohpati Berkarya (2012)

Setelah Tohpati Band, ia lantas membentuk Halmahera, saat ia duduk di kelas satu di SMAN 70 Bulungan, Jakarta. Grup tersebut dibentuknya bersama Ari Darmawan (drummer), Sonny (keyboardist), Asep (Bass) dan Genky Gutawa (synthesizer). Dengan formasi ini, Halmahera masuk menjadi finalis kontes band lanjutan Light Music Contest, yang berganti nama menjadi Band Explosion. Ia juga terpilih sebagai Gitaris Terbaik pada Yamaha Band Explosion tingkat Nasional tersebut, setelah sebelumnya pada tahun 1989, sempat pula terpilih menjadi Gitaris Terbaik festival Band se-Jawa. Halmahera sempat berubah formasi dengan keluarnya Asep (bass), namun kemudian digantikan Indro Hardjodikoro dan ditambah dengan masuknya pianis, Kemal Panigoro. Dengan formasi baru, Halmahera kerap menjadi home-band acara mingguan di TVRI dan Kuis Gita Remaja Halmahera yang sempat mengikuti kompetisi band di Taiwan ini juga sempat menghasilkan dua buah album rekaman, masing-masing adalah Halmahera 1 dan Alam Seniku.

 
Di saat ia kuliah, meneruskan karir bermusiknya dengan masuk formasi beberapa entertainer-band yang sempat bermain rutin di lingkungan kafe atau clubs seperti Frontpage, Be Soul. Bahkan bersama Grup Be Soul, ia sempat bermain bersama penyanyi dan musisi terkemuka asal Amerika, Warren Wiebe dan Kenny Garret. Selain itu, ia juga diajak bermain bersama Erwin Gutawa, untuk orkestra maupun grup bandnya. Dengan Erwin Gutawa tersebut, ia mendukung Konser Ruth Sahanaya, dan konsernya keliling Amerika Serikat. Kemudian juga Konser Chrisye (alm), dan turnya ke Australia. Hingga Konser Kris Dayanti. Ia juga tercatat beberapa kali terlibat dalam rekaman beberapa penyanyi. Di sela-sela kesibukannya tersebut, ia masih sempat untuk melanjutkan menimba ilmu ke musisi kawakan seperti Donny Suhendra dan Indra Lesmana.
 
Pada tahun 1993, ia bergabung dalam grup jazz-kontemporer Simak Dialog bersama Riza Arshad, Arie Ayunir, dan Indro Harjodikoro. Bersama Simak Dialog, ia telah merilis lima buah album, ‘Lukisan’ (1996), ‘Baur’ (1999), ‘Trance/Mission’ (2002), ‘Patahan’ (2005), dan ‘Demi Masa’ (2008). Grup ini sempat melakukan konser di gedung Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia juga berkawan dekat dengan dengan Aminoto Kossin, keyboardist dari kelompok Karimata. Aminoto-lah yang kemudian menawarkannya untuk membuat album solo gitar.
 
Tawaran tersebut dijawabnya dengan yakin dan hasilnya, di tahun 1997, ia merilis album solo perdananya, Tohpati (1997). Dalam album ini ia menampilkan beberapa penyanyi seperti Shakila dan Glenn Fredly. Untuk mempopulerkan albumnya, ia merilis video clip untuk lagu ‘Lukisan Pagi’. Lagu yang dinyanyikan oleh Shakila ini sangat populer dan menjadi jawara di beberapa tangga lagu di tanah air. Album keduanya, ‘Serampang Samba’ (2002), lebih banyak menyajikan hits-hits instrumental. Berbeda dengan album sebelumnya, kali ini Tohpati hanya merilis video clip lagu ‘Jejak Langkah Yang Kau Tinggal’ yang dinyanyikan Glenn Fredly. ‘Serampang Samba’memuat unsur musik tradisional khususnya musik Bali. Kedua album solo tersebut dirilis di bawah label Sony BMG.
 
Terakhir, setelah sempat berkiprah sebagai Music Director yang antara lain menggarap musik untuk KD Show di Trans TV dan Konser Titi DJ Sang Dewi di Plenary Hall, JCC ini, ia membentuk Trisum bersama Dewa Budjana dan I Wayan Balawan. Trio gitar yang didukung pula oleh Sandy Winata (drummer), Indro Hardjodikoro (bass), Saat Syah (suling) dan Jalu Pratidina (perkusi etnik). Pada tahun 2007, Kelompok Trisum menghasilkan sebuah album rekaman Trisum 1st Edition, yang terdiri dari rekaman audio dalam CD dan audio visual dalam DVD. Trisum sempat berubah formasi dengan keluarnya I Wayan Balawan, namun posisinya kemudian di gantikan oleh violis, Henri Lamiri. Format ini telah dimainkan dalam kesempatan Jakjazz 2007 dan Java Jazz Festival 2008 silam. Pada tahun 2011 Trisum Kembali meluncurkan album Trisum Five in One.
 
Kembali meluncurkan album solo ketiga ‘It’s Time ditahun 2008. Membentuk formasi baru, Tohpati Ethnomission yang pada April 2010 merilis album berjudul ‘Save The Planet’. Ethnomission memadukan rock dengan musik etnik dan fusion jazz. Grup ini beranggotakan Indro Hardjodikoro (bas), Endang Ramdhan (kendang), Diki Suwarjiki (suling tradisional), dan Demas Narawangsa (drum). Menurutnya, Ethnomission merupakan proyek pribadi yang lepas dari industri rekaman. Di grup ini, ia mengaku mampu bermain lebih lepas dan lebih mampu berkreasi. Bersama Ethnomission, ia pernah diundang tampil ke Belanda dan Jerman, serta tampil pada Festival Jazz Brazil (2011). Tahun 2011, ia  kembali merilis album ‘Tohpati Bertiga’, format trio di bawah label Demajors.
 
Kini suami dari Ratih Mustikawati yang telah memiliki dua orang anak, Saskia Gita Sakanti dan Adwitya Gita Tisti ini, tengah memproduksi album dan juga kerap bertindak sebagai aranjer untuk rekaman artis-artis penyanyi seperti Marcel, Ruth Sahanaya, Andien, Rio Febrian, Chrisye, Iwan Fals, Ebiet G.Ade, Harvey Malaiholo, Audy, Pinkan Mambo, Titiek Puspa, Yuni Shara, Sania, Delon, Chandra, Dian PP, Terry, Reza, Rieka Roslan, Nina Tamam, Vidi Aldiano, Astrid, Afghan dan beberapa penyanyi lainnya.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...