Torro Margens

Nama :
Sutoro Margono
 
Lahir :
Pemalang, Jawa Tengah,
5 Juli 1950
 
Filmografi :
Cinta Berdarah
(Sutradara, 1989)
Prabu Anglingdarma (Sutradara, 1990),
Sepasang Mata Maut
(Sutradara, 1989),
Saur Sepuh V
(Sutradara, 1992),
Bebek Belur (Pemain, 2009),
Tendangan Dari Langit (2011), Drakula Cinta (2014),
4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu (2014),
Mencari Hilal (2015)   
 
Film Televisi (FTV) :
Miskin Susah Kayapun Susah

Aktor
Torro Margen
 
 
 
Lahir di Pemalang, Jawa Tengah, 5 Juli 1950. Mulai berakting sejak kecil. Dunia akting dimulainya ketika mendirikan Teater Remaja Jakarta di Direktorat Kesenian dan Kebudayaan (Pemda DKI Jakarta) tahun 1969. Setelah itu ia membentuk Sanggar Prakarya.
 
Antara tahun 1970 dan 1980, ia dikenal sebagai seorang aktor dan sutradara. Sebagai seorang aktor ia dikenal sebagai pemain yang selalu kebagian peran-peran antagonis. Sehingga ciri tersebut melekat pada dirinya sekarang. Sebagai seorang sutradara ia kerap menggunakan aktor Barry Prima, Raja Emma, Kiki Fatmala dan Ayu Azhari sebagi pemain dalam film-film yang disutradarainya. Fillm yang pernah disutradarai antara lain, ‘Cinta Berdarah’ (1989), ‘Prabu Anglingdarma’ (1990), ‘Sepasang Mata Maut’ (1989) dan ‘Saur Sepuh V’ (1992).  
 
Tahun 2009, ia kembali memerankan seorang tokoh antagonis dalam film layar lebar berjenis komedi ‘Bebek Belur’. Dalam film berdurasi 108 menit hasil besutan sutradara Andrianto Sinaga ini, ia berperan sebagai Pak Toro, pria beristri yang menyenangi seorang gadis ‘kembang’ desa Cibulu. Ia bermain bersama sederet bintang film papan atas Indonesia seperti Deddy Mizwar, Didi Petet, Slamet Rahadjo, Ida Kusuma, Jajang C. Noer, dan Rima Melati.
 
Penampilan dosen akting ini dalam film tersebut merupakan penampilannya yang perdana setelah lama tidak muncul di layar lebar, setelah sebelumnya lebih banyak muncul di layar kaca membintangi sejumlah sinetron, dan menjadi pembawa acara di sejumlah televisi swasta. Bahkan namanya pernah menjadi ikon sebagai salah satu pembawa acara-acara bertema gaib di salah satu stasiun televisi swasta.
 
Kini meski usianya sudah tak lagi muda, bapak tiga anak, Rangga, Torma, dan Tampan, dari perkawinannya dengan Yustinawati ini masih terlihat bersemangat dalam memerankan setiap adegan dalam peran yang diberikan kepadanya. “Meski sudah tua aku masih belajar akting, itulah kuncinya.” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keeksistensian seseorang di dunia hiburan bukanlah dilihat dari ketampanan dan kecantikan. Tapi sejauh mana seorang aktor mampu mendalami dan menghayati setiap adegan dengan penuh kesempurnaan.    
 
(Dari Berbagai Sumber)

You may also like...

Leave a Reply