Trie Utami

Nama :
Trie Utami Sari
 
Lahir :
Bandung, Jawa Barat,
 8 Januari 1968.
 
Pendidikan Formal :
SD,
SMP,
SMA,
 
Pendidikan
non Formal :
Privat piano klasik pada Alfonz Bacalel
Yayasan Pusat Pendidikan Musik (YPPM) Bandung,
Pendidikan musik di Bina Mustika Bandung (1978),
School Childrens Choir Bandung
 
Penghargaan :
Juara Kedua Lomba Menyanyi Lagu-Lagu Perjuangan di Bandung (1979),
Indonesian Best Vocalist – Yamaha Light Music Contest (1986),
Pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (1987),
BASF AWARD Winner -The Best Selling Album – Rhtyhm and Blues Cathegory (1988),
Juara Festival Penyanyi Lagu Populer Indonesia (1989),
Runner up dalam ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Golden Kite World Song Festival,  Kuala Lumpur, Malaysia (1990),
Grand Prix Winner The Golden Stag International Singing Contest di Brasov, Rumania (1992),
Pemenang ABU International Anthem di Bangkok, Thailand (2000),
Penyanyi Jazz Wanita Terbaik versi News Music (2000)
 
Album dan
Lagu Single :
Krakatau (1986),
Tinggal Bilang (1989),
Sesungguhnya (1990),
Untuk Ayah dan Ibu Tercinta (1990),
Legenda (1992),
Krakatau : Let There be Life (1993),
Krakatau : Mystical Mist
(1995),
Aku Cemburu (1998),
Krakatau : Mystical Mastch
(2000),
Kekasih Bayangan (2006)


Penyanyi
Trie Utami
 
 
 
Lahir di Bandung 8 Januari 1968. Semasa kanak-kanak sudah aktif berkecimpung di dunia kesenian, terutama musik dan nyanyi. Usia 4 tahun sudah belajar bermusik dan berlanjut ke Yayasan Pusat Pendidikan Musik (YPPM) Bandung. Mengikuti pendidikan musik di Bina Mustika Bandung tahun 1978. Pada usia 8 tahunan, aktif di School Childrens Choir Bandung.
 
Sering mengikuti lomba menyanyi. Pertama kali Iie, nama panggilannya, muncul di televisi adalah saat mengikuti kompetisi menyanyi untuk anak SD dalam acara Ayo Menyanyi di TVRI tahun 1977. Beberapa tahun kemudian, ia menjadi juara kedua saat mengikuti lomba menyanyi lagu-lagu perjuangan di Bandung. Sejak itu, ia sering menjadi bintang tamu untuk menyanyi di TVRI Jakarta.
 
Saat SMA, ia mulai mendampingi kakaknya Purwatjaraka menyanyi secara rutin, di sebuah restoran di Bandung. Selain itu, Ia juga menjadi penyiar di Radio Dee-Day kemudian di Radio OZ 103 FM di Bandung dan menjadi lead vocal band Kahitna. Setelah lulus SMA Ia semakin memperdalam kemampuan bermusiknya dengan mempelajari keyboard, saksofon dan berlatih membuat aransemen lagu di kelompok drum band GWDC (Genta Winaya Drum Corps) Bandung.
Awal karir profesional Trie adalah saat ia bergabung dengan Krakatau, grup band beraliran jazz. Bersama Krakatau, ia membuat album pertamanya tahun 1986 bertajuk First Album. Meskipun demikian, namanya mulai dikenal saat menjadi pemenang Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors (1987) membawakan lagu Keraguan, karya Edwin Saladin dan Adelansyah.
Penghargaan yang ia raih adalah Indonesian Best Vocalist –Yamaha Light Music Contest (1986), BASF AWARD Winner, The Best Selling Album Rhtyhm and Blues Cathegory (1988), serta menjuarai Festival Penyanyi Lagu Populer Indonesia, tahun 1989. Runner up dalam ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Golden Kite World Song Festival di Kuala Lumpur tahun 1990 dan Grand Prix Winner di ajang The Golden Stag International Singing Contest di Brasov, Rumania (1992). Ia juga dinobatkan sebagai pemenang dalam ABU International Anthem di Bangkok (2000), serta terpilih sebagai Penyanyi Jazz Wanita Terbaik versi News Music pada tahun yang sama.
Pernah tampil di Singapore Jazz Festival tahun 1986, bersama Indra Lesmana Trio. Manly Jazz Festival, Australia, 1997. Bersama Krakatau tampil di MIDEM, Cannes, Perancis, pada tahun 2000. Pada tahun yang sama ia melakukan tour ke Australia bersama Krakatau. Manggung di SZIGETJAZZ STAGE, Budapest, Hungary, 2003.
Sejumlah lagu Trie yang sempat menjadi hit, antara lain Kau Datang, Untuk Ayah dan Ibu yang merupakan ciptaannya sendiri, serta Nurlela 1 dan Nurlela 2, yang ia inyanyikanbersama Vina Panduwinata, Atiek CB, dan Malyda, yang tergabung dalam kelompok Rumpies.
Trie juga menyanyi untuk soundtrack sejumlah film dan sinetron, antara lain Elegi Buat Nana. (1988), Perisai Kasih yang Terkoyak dan Kembang Ilalang pada tahun 2003. Selain menyanyi, Ia pun menciptakan lagu. Telah puluhan lagu diciptakannya, baik untuk dinyanyikan dirinya sendiri, maupun di nyanyikan oleh orang lain. Salah satu lagu ciptaannya yang terkenal adalah Jadilah Bintang (bersama Purwatjaraka) yang menjadi theme song Kontes Dangdut Indonesia.
Selain kegiatannya di dunia musik, ia juga juga mencoba menjadi penulis buku. Bukunya antara lain : KARMAPALA-The Silent Love-Nyanyian Hati Trie Utami (Gagas Media Komunika, 2006), Matahariku Rembulan dan buku tentang olah vokal. Sudah sekitar lima tahunan ini Trie banyak terlibat dalam proses penciptaan dan pementasan kelompok Kua Etnika.  
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...