Tris Neddy Santo


Tris Neddy Santo
 
 
 
 
Lahir di Tanjung Pandan, Bangka Belitung, 10 Juni 1949, dari keluarga yang mencintai seni. Almarhum ayahnya R.M Soeko merupakan pimpinan Kantor Pusat Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di kota Bandung yang gemar akan dunia fotografi. Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Santa Angela Bandung, ia melanjutkan belajar seni grafis di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB/FSRD-ITB (1968). Selama belajar di FSRD-ITB, ia dikenal aktif di berbagai kegiatan Dewan Mahasiswa ITB. Tahun 1974, ia berhasil meraih gelar Sarjana Seni. Selain belajar seni grafis, ia juga tercatat mengambil mata kuliah seni lukis yang kala itu diajar oleh pelukis Umi Dachlan dan mendalami bidang fotografi yang di ajarkan oleh Prof. Dr. Soelarko.    
 
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di Bandung, ia memutuskan hijrah ke Jakarta. Debut karirnya diawali sebagai seorang konsultan warna untuk desain interior dan eksterior pada salah satu perusahan asing di Jakarta, PT. I.C.I Paints Indonesia. Posisinya sebagai Konsultan Warna sangat menunjang prestasi dan pengalaman karena ia di beri beberapa kali kesempatan untuk mengunjungi kota-kota besar baik di dalam negeri seperti Medan, Semarang, Surabaya dan Bandung. Serta mengikuti pelatihan di luar negeri seperti di Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. Di sela-sela kesibukannya tersebut, ia masih dapat meluangkan waktu untuk mengajar di Course & Study (1978-1982).
 
Setelah menikah dengan Yoesoef Santo, Dipl. Chem, ia memutuskan untuk memfokuskan diri di bidang pendidikan dan kesenian. Pilihannya untuk terjun sebagai pendidik mendapat dukungan penuh dari sang suami. Berbekal Pengalamannya mengajar semasa kuliah, di antaranya menjadi instruktur di sanggar lukis anak-anak ABRI di Jalan Patuha, Bandung dan sanggar seni lukis putra-putri dosen ITB di bawah koordinator Ibu Harsono di komplek dosen, Jalan Sangkuriang, Bandung, ia mulai mengajar di beberapa lembaga pendidikan. Tahun 1982-1989, ia mengajar di Akademi Design Interior (AKDI), mata kuliah Tinjauan Desain Interior dan mata kuliah Nirmala Datar dan Ruang. Mengajar serta menjadi pemimpin kursus interior desain di Yayasan Krisna Priawan Cipta Gemilang, Jakarta (1986-1989). Tahun 1996-1997 mengajar mata ajaran Teori Warna di Lembaga Pelatihan Seni dan Desain BIAS, Jakarta. Selanjutnya pada tahun 1996-2001 menjadi pengajar mata kuliah Apresiasi Budaya, Tata Ruang Dalam I dan II serta mata kuliah Rupa Dasar I dan II di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Mercu Buana Jakarta. Ia juga mengajar mata kuliah Estetika Bentuk I dan II di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur UKI sejak tahun 1998.   
 


There is no Place for Us,
 mixed media

Selain itu dikenal sebagai pengajar di FSR-IKJ sejak tahun 1989. Keterlibatannya mengajar di IKJ, di awali dari rekomendasikan oleh Ananda Moersid (pengajar) dan Wagiono Soenarto (Dekan) yang saat itu membutuhkan pengajar Desain Interior menggantikan Naning Adiwoso. Mengingat latar belakang Tris sebagai konsultan warna untuk gaya dan stylist interior desain, maka pihak FSR-IKJ memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengajar mata kuliah Teori Warna dan Analisa Warna, serta Tinjauan Desain Interior. Kemudian dilanjutkan mengajar Psikologi Warna dan Metodologi Desain untuk tingkat semester berikutnya di Jurusan Desain.
 
Karena dedikasi dan komitmennya yang sangat tinggi dalam pendidikan, ia kemudian di minta oleh Dolorosa Sinaga, Dekan FSR-IKJ, untuk memegang jabatan Wakil Dekan I untuk Bidang Akademik (1992). Salah satu peran pentingnya adalah mengawal dan mengembangkan mata kuliah Mode Busana yang awalnya berada di Kriya Tekstil, kemudian menjadi peminatan Mode Busana yang bernaung di Program Studi Desain Produk. Ia kemudian terpilih sebagai Dekan FSR-IKJ yang kesepuluh untuk dua periode berturut-turut, 2001-2004 dan 2004-2008.

 
Peran Tris dalam perkembangan FSR-IKJ sangat besar, antara lain berperan dalam pembukaan Program Studi Mode Busana pada tahun 2004. Prestasi ini di catat dalam sejarah, sebagai perguruan tinggi seni pertama di Indonesia yang melaksanakan program pendidikan Sarjana Strata 1 di bidang mode busana. Ia juga berhasil meningkatkan sistem manajemen internal dan administrasi pendidikan, sehingga membuahkan hasil yaitu untuk pertama kali FSR-IKJ meraih status Akreditasi Program Studi dan Program Hibah Kompetisi (PHK) dari DIKTI. Selain itu ia juga memperluas jaringan kerjasama baik dengan berbagai galeri, pusat kebudayaan, swasta dan pihak pemerintah pusat dan daerah. Program kerjasama yang telah terlaksana dengan pihak pemerintah antara lain Bimbingan Teknik bagi pengrajin di wilayah kawasan Indonesia Timur yang merupakan kerjasama FSR-IKJ dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, dan Pelatihan peningkatan Keterampilan bagi Sekolah Luar Biasa di beberapa wilayah Indonesia yang merupakan kerjasama FSR-IKJ dengan Departemen Pendidikan Nasional RI.
 
Sebagai seorang seniman, lulusan program pasca sarjana, Multi Discipline Print, Making, Faculty of Art, Media & Design, University of West of England, Briston, Inggris, (2001) ia berusaha mengembangkan gagasan kreatifnya dari tahun 1990 sampai sekarang. Pernah mengikuti beberapa kali pameran di dalam dan luar negeri. Pameran di dalam negeri antara lain Pameran bersama Seni Rupa dan Arsitektur di Monas (1995), pameran Seni Grafis Karya Affandi, pameran Staf Pengajar Seni Rupa, pameran Grup Sembilan di Cemara 6 Gallery, pameran Sixteen Women Artist, Regent Hotel, Jakarta, Pameran Perupa Perempuan Jak@rt 2001 dan pameran Seni Rupa Komnas Perempuan, ‘Karya Untuk Kawan’. Pameran di luar negeri yang pernah diikuti antara lain, pameran Indonesia Artist Wood Block Prints, Gallerie Irenz, Jerman, pameran Festival Asia Seni Perempuan, Seoul, Korea dan Create Centre, Bristol UK dan pameran perupa Asia Rainbow Art Exhibition, Japan Center, Tokyo, Jepang. Puncak dari karir Tris sebagai seniman adalah ketika menggelar pameran tunggal pertama pada tahun 2005, dengan tema A Journey To the Exotic East, di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki. Selain itu Ia juga pernah mengadakan pameran Positif Negatif dengan media fotografi, dengan tema-tema arsitektur dan landscape.
 
Membicarakan karyanya tak bisa lepas dari berbagai disiplin ilmu senirupa yang di kuasainya, mulai dari seni grafis, seni lukis, fotografi, hingga mixed-media. Ini adalah cermin dari sikapnya yang senang bereksperimen dari satu media ke media yang lain.
 
(19 Tokoh Fakultas Seni Rupa Istitut Kesenian Jakarta 1970 – 2010)

Nama :
Tris Neddy Santo
 
Lahir :
Tanjung Pandan,
Bangka Belitung, 10 Juni 1949
 
Pendidikan :
SMA Santa Angela Bandung,
Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB/FSRD-ITB jurusan seni grafis (1968-1974),
Program Pasca Sarjana, Multi Discipline Print, Making, Faculty of Art, Media & Design, University of West of England, Briston, Inggris (lulus tahun 2001)
 
Karier :
Konsultan warna PT. I.C.I Paints Indonesia,
Pengajar di Course & Study (1978-1982),
Pengajar di Akademi Desain Interior (1982-1989),
Pimpinan Kursus Interior Yayasan Krisna Priawan Cipta Gemilang (1986-1989),
Pengajar FSR-IKJ
(1989 s/d sekarang)
Pengajar di Lembaga Pelatihan Seni dan BIAS, Jakarta
(1996-1997),
Pengajar Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Mercu Buana (1996-2001),
Pengajar Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur UKI
(1998 s/d sekarang)
 
 
 
 
 

You may also like...

Leave a Reply