Tya Setyawati

Nama :
Tya Setiawati
 
Lahir :
Ciamis, Jawa Barat,
29 Juni 1978
 
Pendidikan :
Sekolah Tinggi Seni Indonesia, Bandung, Jawa Barat,
Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang, Sumatera Barat
 
Karya :
Dekonstruksi Perawan,
Ibunda,
Bumi Perempuan (2006),
Ketika Sel dan Tulang Bekerja,
Tsunami-Tsunami
 (naskah: Julie Janson),
Tiga Perempuan
(naskah: Fia Suswati),
Dongeng Mande Dari Bukit Tui
Pelayan-Pelayan
(Naskah: Jean Genet, 2001),
Jam Dingding Yang Berdetak (naskah: N. Riantiarno, 2002),
Pelajaran (naskah: Eugene Ionesco 2004),
Suara-Suara Mati (naskah: Manuel Van Loghem, 2005),
Suatu Salah Paham (naskah: Samuel Beckett 2006),
Bunga Di Comberan (2011)


Tya Setiawati
 
 
 
Lahir di Ciamis, Jawa Barat, 29 Juni 1978. Mulai tertarik dalam bidang seni teater ketika berkuliah pada Sekolah Tinggi Seni Indonesia di Bandung, Jawa Barat, tahu1 996 dengan mengambil jurusan teater. Lantaran menikah dan harus tinggal bersama suaminya di Padang, Sumatera Barat, ia pindah ke Sekolah Tinggi Seni Indonesia Padang setelah sebelumnya melahirkan tiga orang anak.
 
Memutuskan menetap di Padangpanjang, ia kemudian mendirikan Teater Sakata pada tahun 2000. Teater Sakata sendiri merupakan wadah eksplorasi kreatif bagi komunikasi visual artistik seni teater. Sasarannya berorientasi pada penemuan suatu bentuk komunikasi yang efektif dengan publik penikmat sebagai perwujudan bagi pembelajaran dan pengalaman hidup manusia.
 
Namanya mulai mendapat perhatian pengamat teater setelah pementasan karyanya, ‘Dekonstruksi Perawan’. Pertunjukan Dekonstruksi Perawan’ sendiri merupakan penggabungan antara gerak teater dengan kombinasi tari. Dari situ kemudian banyak yang melirik potensinya tersebut. Selanjutnya, ia banyak bergelut dengan gaya penggarapan yang serupa.
 


Bunga Di Comberan (2011)

Namun, Tya kemudian kembali menggarap naskah realis yakni pada pertunjukan ‘Ibunda’. Tahun 2004, Tya memulai pergulatannya dengan kebudayaan Sumatera Barat yang telah menjadi identitas barunya. Pada tahun 2006, Tya menyutradarai ‘Bumi Perempuan’, sebuah pertunjukan teater yang digelar dalam rangkaian Women Playwrights International yang diadakan di Taman Ismail Marzuki pada bulan November 2006.
 
‘Bumi Perempuan’ itu sendiri merupakan pertunjukan teater yang ia garap bersama Perempuan Pekerja Teater dari Sumatera Barat. Perempuan Pekerja Teater ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan perempuan dari teater Sakata tempat dimana ia berasal. pementasan ini mengambil latar belakang perempuan agraris tersebut, ia mencoba mengungkap sisi kehidupan perempuan dalam kultur Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa perempuan agraris juga menjadi wakil dari salah satu golongan perempuan pekerja keras yang selama ini notabene selalu terpinggirkan dengan peran ganda mereka.
 

‘Bumi Perempuan’ dipentaskan secara eksploratif dengan menampilkan banyak simbol agar para penonton memiliki interpretasi pribadi terhadap pertunjukan tersebut. Simbol-simbol yang ditampilkan salah satunya adalah dengan penggundulan kepala. Dengan menggunduli rambut, ia ingin menyatakan bahwa para perempuan telah meninggalkan identitas lamanya dan telah lahir menjadi sesuatu yang baru,
 
Pada 6 dan 7 Oktober 2011, bekerjasama dengan Teater Tetas (Bulungan, Jakarta) atas dukungan hibah teater untuk pemberdayaan KELOLA,  ia mementaskan ‘Bunga Di Comberan’ di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. ‘Bunga Di Comberan’ berkisah tentang pembantu rumah tangga di tiga zaman yang dimainkan oleh sejumlah aktris dan aktor dari beberapa teater di Jakarta. Selain di Taman Ismail Marzuki, ‘Bunga Di Comebran’ juga dipentaskan di Gedung Societet, Yogyakarta (10 Oktober 2011) dan Sunan Ambu, Bandung, Jawa Barat (13 Oktober 2011)   
 
Karya lainnya, yang pernah ia sutradarai yakni ‘Ketika Sel dan Tulang Bekerja’, ‘Tsunami-Tsunami’ (naskah: Julie Janson), ‘Tiga Perempuan’ (Naskah: Fia Suswati), ‘Dongeng Mande Dari Bukit Tui’, ‘Pelayan-Pelayan’ (Naskah: Jean Genet) yang dipentaskan di Auditorium Boestanoel Arifin Adam Padangpanjang (2001), ‘Jam Dingding Yang Berdetak’ (naskah: N. Riantiarno) yang dipentaskan di Teater Arena STSI Padangpanjang (2002), ‘Pelajaran’ (naskah: Eugene Ionesco) yang dipentaskan Taman Budaya Padang (2004), ‘Suara-Suara Mati’ (naskah: Manuel Van Loghem) yang dipentaskan di Auditorium STSI Padangpanjang (2005), ‘Suatu Salah Paham’ (naskah: Samuel Beckett) yang dipentaskan di Auditorium Boestanoel Arifin Adam Padangpanjang (2006).
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...

Leave a Reply