Ubiet

Seniman Musik
Ubiet
 
 
Nama lengkapnya Nyak Ina Raseuki. Tapi cukup panggil dia Ubiet. Lahir di Jakarta, 24 Mei 1965, dari ayah yang berasal dari Aceh Pidie dan Ibu asal Padang. Dibesarkan di kawasan Aceh, Ubiet sendiri dalam bahasa Aceh artinya kecil. Tapi jangan sekali-kali memandang kecil kemampuan vokalnya. Sebab I bukan sekadar penyanyi kelas kamar mandi yang mendadak bisa rekaman. Buktinya, sepanjang lima tahun ia mendalami tehnik nyanyi barat di Institut Kesenian Jakarta. Lantas meraih gelar Doktor Etnomusikologi dari University of Medison, Wisconsin, Amerika Serikat, dan meraih gelar dari pada universitas yang sama. Dua-duanya lewat program beasiswa
Menyanyi sejak usia belasan, di tengah masa pendidikan, ia antusias belajar seni vokal tradisional Indonesia, maupun mancanegara terutama dari Afrika, Korea dan Spanyol. Menggali hal baru membuatnya menjadi wanita yang tak pernah puas akan ilmu. Apalagi di tengah itu ia bisa menemukan banyak hal unik. Seperti ketika ia mempelajari Flamenco, nyanyian Andalusia, Spanyol Selatan. Ternyata secara sepintas ia menemukan ornamentasinya mirip seperti yang ada di Timur Tengah, Sumatra, dan juga gaya orang membaca Al Qur’an.
Pernah bergabung dengan sejumlah kelompok musik popular di Aceh dan Jakarta. Sebagai penyanyi, ia menjelajahi berbagai jenis genre musik. Dari musik populer (pop dan jazz, misalnya), sampai dengan musik yang bertolak dari aneka khazanah tradisi nusantara, dan musik kontemporer. Ia telah bekerja sama dengan sejumlah pemusik, grup musik, maupun komposer. Bersama Tony Prabowo, seorang komposer musik kontemporer Indonesia yang dikenal di khazanah dunia, terutama di Amerika Serikat, ia menghasilkan aneka pementasan dan rekaman.

Pencariannya bermula ketika ia merasa tak puas dengan gaya nyanyi musik klasik dan musik populer yang ia bawakan. Sejak pertengahan 1980-an ia mulai mengolah berbagai gaya, teknik, dan ekspresi bernyanyi. Baginya, bernyanyi tak hanya sekedar menghasilkan suara merdu, namun juga mengolah bunyi yang disonan, tak harmonis, misalnya dengan menunggang dan memiuhkan suara-suara sekitar. Ketika ia bertemu dengan Tony Prabowo di tahun 1989, mereka menemukan bahasa yang sama.


Pekan Komponis Indonesia: KERONCONG RIWAYATMU KINI (2014)

Mulailah Tony menulis komposisi dengan bertolak dari gaya nyanyinya. Adapun musik mereka tercipta untuk pertunjukan musik itu, untuk film, pentas tari dan teater, pameran fotografi dan instalasi, hingga pertunjukan busana. Ketika ia tertarik menggunakan nada berhias, kerja sama mereka kemudian mengarah pada pencarian teknik suara berhias yang berorientasi pada musik tradisi tertentu, misalnya teknik melisma, yakni penggunaan beberapa nada pada sebuah suku kata. Yang lain, misalnya, adalah penggunaan lebih dari dua nada di antara nada pokok, yang diliukkan, digelombangkan, digeser, disentak, digeletarkan, dibolak-balikkan, ditarik naik-turun, dan seterusnya. Dalam membuat komposisi untuk vokal, Tony memperlakukan kata, termasuk kata dari puisi sebagai bagian dari bunyi, tanpa mengurangi maknanya. Hal ini banyak dilakukan oleh komposer musik kontemporer yang menggunakan puisi pada musik mereka.
Adapun ia memanfaatkan itu sebagai bagian dari pencarian dan pengolahan berbagai gaya nyanyi. Pada Album yang berisi 10 komposisi ini menggunakan teknik pre-recorded. Menurut asal-usulnya, teknik ini menggabungkan bahan yang sudah direkam seraya dimanipulasikan dan diputar kembali. Idiom ini sudah populer sejak 50-an tahun yang lalu, ketika komposer Pierre Schaeffer, dengan gerakan musique concrète di Perancis, merealisasikan suara dengan pita rekam dan cara elektronik. Pada mulanya idiom ini dipakai hanya dengan memutar kembali musik yang sudah direkam melalui pengeras suara, namun kemudian berkembang dengan penggabungan suara rekaman itu dengan pemain musik yang bermain langsung di pentas. Pementasan musik pre-recorded semula hanya menampilkan seorang pemain solo, namun kini berkembang dengan pemain yang lebih banyak seperti musik kamar atau orkes.
Dalam perkembangan selanjutnya, ia tak hanya bertumpu pada musik elektronik, tapi juga musik akustik yang identik dengan musik hidup, yakni musik yang tak melibatkan manipulasi suara. Pada album ini musik vokal yang direkam ganda secara digital tanpa manipulasi teknik perekaman maupun musik-suara yang hidup dihasilkan hanya oleh seorang penyanyi, yaitu Ubiet. Suara yang direkam berlapis-lapis, sampai ada yang mencapai 36 lapis suara.
Media pre-recorded di sini adalah sarana ia dalam mendayagunakan gaya, teknik, dan ekspresi bernyanyi secara serempak. Dalam pertunjukan di panggung, hasil perekaman ini diputar kembali dengan corong suara dari empat arah (quadrophonic), bersama-sama dengan solo vokal hidup. Karya-karya dalam album ini adalah hasil kerjasama mereka sepanjang tahun 1999-2005.
(Dari Berbagai Sumber)
 

Nama :
Nyak Ina Raseuki
 
Lahir :
Jakarta, 24 Mei 1965,
 
Pendidikan :
Institut Kesenian Jakarta,
jurusan musik-vokal
(1983-1989),
Master Etnomusikologi dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat dengan desertasi Being Islamic in Music: Two Contemporary Genres from Sumatra (1993),
Ph.D dalam etnomusikologi dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat dengan tesis Seudati in Acehnese Tradition: A Premiliminary Study (2009)
 
Kegiatan Lain :
Pengajar Etnomusikologi di IKJ (1993 s/d sekarang),
Sekretaris Jenderal Pendidkan Seni Nusantara (2002-2006),
Anggota Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (2006-2009),
 
Album :
Commonality, The New Jakarta Ensemble, Siam Records, New York (1997),
Populer Archipelagongs, Warner Music Indonesia, (2000),
Music for Solo Performer: Ubiet Sings Tony Prabowo, Musikita, Jakarta (2006),
Two Worlds dan Rhythms of Reformation (2006),
Ubiet Keroncong Tenggara, Ragadi, Music, Jakarta (2007)
 
Pencapaian :
Leland Coon Fellowship University of Wisconsin-Madison (1992-1993),
The Ford Foundation Fellowship (1998-2008),
Center for Southeast Asian Studies Fellowship,
University of Wisconsin Madison (1998-1999),
Asian Cultural Council Fellowship-New York
(1999-2000),
Beasiswa Unggulan Departemen Pendidikan Nasional (2008)

You may also like...