Utha Likumahuwa


Penyanyi
Utha Likumahuwa
 
 
 
 
Bernama asli Doa Putra Ebal Johan Likumahuwa. Lahir di Ambon, Maluku, 1 Agustus 1955. Berasal dari keluarga pecinta musik jazz. Kakaknya Benny Likumahuwa merupakan musisi jazz kawakan yang sarat pengalaman di dunia musik jazz, begitu pula keponakannya Barry Likumahuwa yang juga di kenal sebagai pemetik bas jazz muda handal saat ini.
 
Namanya mulai populer pada awal era 1980-an lewat album ‘Nada dan Apresiasi’ (1982). Lewat album yang melibatkan gitaris Jopie Item, Saksofonis Embong Rahardjo, serta Christ Kayhatu ini, Utha mempopulerkan lagu Maluku, ‘Rame-Rame” serta ‘Tersiksa Lagi;. Album ini menjadi bagian dari tren pop jazz dalam musik industri di era 1980-an.
 
Albumnya ‘Dengarlah Suara Kami’ (1982) dan ‘Bersatu Dalam Damai’ (1983) juga mendapat sambutan hangat saat di luncurkan. Ia juga populer lewat sejumlah lagu dinyanyikan, seperti ‘Esok Kan Masih Ada’ (1983), ‘Aku Pasti Datang’ (1985), ‘Puncak Asmara’ (1988), serta ‘Mungkinkah Terjadi’ (1990), yang dibawakan bersama Trie Utami.
 
Pernah tampil dalam Lomba Cipta Lagu Remaja 1981, Festival Lagu Populer Indonesia 1984, Sepuluh Bintang Khatulistiwa, Festival Lagu Populer Indonesia 1987, Festival Lagu Populer Indonesia 1989, Dasa Tembang Tercantik LCLR Prambors 1988/1989, serta Melody Memory Tahun 70an ini, juga tercatat membuat beberapa album kompilasi seperti ‘12 Lagu Best Seller Utha Likumahuwa’, ‘Kuingin : The Best Of’  (1994) dan Koleksi Klasik’ (2007).
 
Penyanyi yang mampu membawakan lagu dengan sentuhan jazz dan menyugukannya ke penikmat musik pop dengan sangat nyaman itu juga tercatat beberapa kali tampil dalam album sejumlah penyanyi papan atas seperti dalam tampil dalam album Dodo Zakaria(alm) ‘Mallisa’ menyanyikan lagu ‘Akira’ (1986). Tampil dalam album Oddie Agam ‘Beri 1/2 Saja’, menyanyikan lagu ‘Beri Setengah Saja’, ‘Tanamoer Disco’ serta ‘Karunia’. Juga tampil dalam album Titi DJ & Indra Lesmana ‘Dunia Boleh Tertawa’ dan lagu ‘Ingin Jumpa’ karya Rezky Ichwan & Ferina duet bersama Vonny Sumlang.
 
Tahun 2006, Utha yang di kenal sebagai penyanyi dengan karakter suara yang khas dan kuat ini bersama beberapa rekan penyanyi Jazz lainnya, mengadakan konser di Kediri, Jawa Timur, untuk membantu para korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kemampuan vokalnya tersebut pernah mendapat penghargaan. Bersama Elfa’s Singers, misalnya, ia merajai Festival Musik Pop ASEAN 1989 di Manila, Filipina. Lagu ‘Sesaat Kau Hadir’ ciptaan Bachtiar-Aldino dan ‘Kau Kasihku’ ciptaan Tonny Sianipar menyabet semua kategori ajang festival. Tahun 2009, ia kembali membuat album Kembali yang berisi lagu lama yang dibuat versi baru.
 
Utha Likumahuwa yang tinggal menetap di Kompleks Villa Mutiara, di Jalan Jamrud II, Blok B-10, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten ini, wafat di Jakarta, 13 September 2011 pada usia 56 tahun, akibat sakit. Jenazahnya di kebumikan di Cipaku, Bogor, Jawa Barat. meninggalkan seorang istri Debbi Farida Likumahuwa dan dua orang anak, Inne Likumahuwa dan Abraham Likumahuwa.  
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Doa Putra Ebal Johan Likumahuwa
 
Lahir :
Ambon, Maluku,
1 Agustus 1955
 
Wafat :
Jakarta, 13 September 2011
 
Aktifitas Lain :
Pendiri Perusahaan Rekaman Pasadama Records
 
Penghargaan :
Bersama Elfa’s Singers menyabet semua kategori ajang festival Musik Pop ASEAN 1989 di Manila, Filipina
 
Album :
Nada Dan Apresiasi (1982),
Dengarlah Suara Kami (1982),
Bersatu Dalam Damai (1983),
Aku Pasti Datang (1985),
Aku Tetap Cinta (1986),
Dansa suka – suka (1987),
Puncak Asmara (1988),
Untuk Apa Lagi (1990),
Masih Ada Waktu (1991),
Classic (1992),
Tak Sanggup Lagi (1996),
12 Lagu Best Seller Utha Likumahuwa (kompilasi),
Kuingin : The Best Of  (kompilasi, 1994),
Koleksi Klasik
(kompilasi, 2007)

You may also like...