Widyawati

Nama :
Widyawati
 
Lahir :
Jakarta, 12 Juli 1950
 
Pendidikan :
SLA
 
Penghargaan :
Aktris terbaik 1972 PWI Jaya dalam film Perkawinan (1972),
Peran Pendukung Terbaik pada FFI 1977, dalam film One Way Ticket (1977),
Aktris Terbaik FFI 1987, lewat film Arini (1987),
Aktris Pendukung Terbaik Festival Film Asia-Pasifik lewat film Perempuan Berkalung Sorban (2009)
 
Filmografi :
Piso Komando (1967),
Ja Mualim (1968),
Apa Jang Kau Tjari, Palupi?
(1969),
Romansa (1970),
Hidup Tjinta dan Air Mata (1970),
Bali Incontro Damore (1970),
Matahari Hampir Terbenam
(1971)
Impas (1971),
Perawan Buta (1971),
Pengantin Remaja (1971),
Anjing-Anjing Geladak (1972),
Perkawinan (1972),
Si Bongkok (1972),
Tjintaku Jauh Dipulau (1972),
Perempuan (1973),
Rindu (1973),
Pencopet (1973),
Anak Yatim (1973),
Timang-Timang Anakku Sayang (1973),
Demi Cinta (1974),
Gaun Pengantin (1974),
Cinta Remaja (1974),
Aku Cinta Padamu (1974),
Kehormatan (1974),
Romi dan Juli (1974),
Jinak-Jinak Merpati (1975),
Antara Surga dan Neraka (1976),
Semoga Kau Kembali (1976),
Kemelut Hidup (1977),
Satu Malam Dua Cinta (1978),
Bung Kecil (1978),
Kemilau Kemuning Senja (1980),
Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi (1980),
Buah Hati Mama (1980),
Amalia SH (1981),
Tinggal Landas Buat Kekasih, (1984),
Arini (1987),
Suami (1988),
Bayi Tabung (1988),
Sesaat Dalam Pelukan (1989),
Perempuan Kedua (1990),
Yang Tercinta (1991),
Sesal (1994),
Love (2008),
Perempuan Berkalung Sorban (2009),
Bahwa Cinta Itu Ada (2010),
Satu Jam Saja (2010),
Dibawah Lindungan Ka’bah (2011)
 
Sinetron :
Abad 21,
Kemuning,
Disini Cinta Pertama Kali Bersemi,
Gadis Marathon,
Setelah Putri Pergi,
Ketika Cinta Harus Memilih,
Aku Tak Berdosa,
Mawar Pasti Berduri,
Cinta Kelas Atas,
Matahari Cinta,
Cincin,
FTV – Badik Titipan Ayah
 
Album Lagu :
Potret Kekasih,
Esok Malam Kujelang,
Kunang-Kunang

Aktris Film
Widyawati
 
 
Lahir di Jakarta, 12 Juli 1950. Berlatar belakang pendidikan SMA. Pada tahun 1965, Widyawati, bersama kedua kakaknya membentuk grup penyanyi Trio Visca, yang cukup terkenal pada saat itu. Sejak Usmar Ismail memberikan peran utama dalam film Ja Mualim (1969), ia mulai dikenal sebagai pemain film dan berturut-turut mendapat kesempatan bermain dalam film Apa Jang Kau Tjari Palupi (1969), Hidup Tjinta dan Air Mata (1970), Gadis Djutawan (1971).
Namanya semakin dikenal mengikuti kesuksesannya bermain dalam film Pengantin Remadja (1971), di film ini ia di pasangkan dengan Sophan Sophiaan yang kemudian menikahinya ditahun 1972 di masjid Al-Azhar, Jakarta. Antara tahun 1973-1975, Widyawati, bermain dalam kurang lebih 15 judul film. Antara awal tahun 1976-1977, ketika Sophan Sophiaan mulai menyentuh bidang penyutradaraan, Widyawati, mengurangi kegiatannya sebagai pemain film. Ia beralih menjadi penata rias, terutama untuk film-film yang ditangani Sophan Sophiaan, antara lain Letnan Harahap (1977).
Tahun 1973, terpilih menjadi aktris terbaik PWI Jaya berkat permainannya dalam film Perkawinan (1972), dan dalam FFI 1977 dalam film One Way Ticket (1976), ia memenangkan Piala Citra untuk peran Pendukung Terbaik. Pada ajang FFI 1987, terpilih kembali sebagai pemenang untuk kategori Aktris Terbaik lewat film Arini (1987). Ia juga beberapa kali masuk nominasi FFI dalam film Buah Hati Mama, Amalia SH, Suami dan Sesaat Dalam Pelukan.
 
Tahun 2008, bersama suaminya, Sophan Sophiaan membintangi film berjudul Love, sebuah film yang mengangkat tema cinta dari berbagai karakter dengan beragam latar belakang. Film ini merupakan film terakhir yang mereka bintangi, karena pada bulan September 2008, Sophan Sophiaan wafat dalam suatu kecelakaan motor. 
Selain bermain film, ia juga berperan dalam beberapa judul sinetron antara lain Abad 21, Kemuning,  Disini Cinta pertama kali bersemi,  Gadis Maraton,  Setelah Putri pergi,  Ketika Cinta Harus Memilih, Aku tak Berdosa, Mawar Pasti berduri, Cinta Kelas Atas Matahari Cinta dan Cincin. Ia sempat menelurkan beberapa album, seperti Potret Kekasih, Esok Malam Kujelang dan Kunang-Kunang.
(Dari Berbagai Sumber)
 
 

You may also like...