Wim Umboh

Nama :
Achmad Salim
 
Lahir :
Manado, Sulawesi Utara,
 26 Maret 1933
 
Wafat :
Jakarta, 24 Januari 1996
 
Pendidikan :
SD Watulinggi,
SMP Langoan
SMA Manado (1953)
 
Film :
Sepiring Nasi (1955),
Istana Hilang (1961),
Mendung Senja Hari (1961),
Bintang Kecil (1963),
Macan Kemayoran (1965),
 Apa yang Kau Tangisi (1964),
Sembilan (1970),
Bunga-Bunga (1970), Berguguran (1970),
Mama (1972),
Tokoh (1972),
Perkawinan (1972),
Pengantin Remaja (1972),
Senyum di Pagi Bulan Desember (1974),
Kugapai Cintamu (1974),
 Cinta (1975),
 Sesuatu yang Indah (1977)
Laki-laki Tak Bernama (1978), Kembang-kembang Plastik (1978),
Pengemis dan Tukang Becak (1978),
 Yohanna (1982),
Permata Biru (1983),
Kabut Perkawinan (1984).
 
Prestasi :
Sutradara terbaik &
Editor terbaik dalam FFI 1973,
Editor terbaik dalam FFI 1976,
Editor terbaik dalam FFI 1977
 


Wim Umboh
 
 
 
Achmad Salim, demikian nama baru Wim Umboh setelah menjadi muslim, 31 Mei 1984, gusar ketika mengetahui Festival Film Indonesia (FFI) 1984 di Yogyakarta, tidak menghasilkan film terbaik. “Bagaimanapun harus dipilih, mana yang terbaik dan terjelek”, katanya. Ia sendiri menyertakan film Yohanna, yang dinilainya belum sempurna.
 
Peraih 27 Piala Citra ini masih tetap sutradara yang patut diperhitungkan, khususnya untuk film Cinta. Ia tumbuh dari bawah, anak bungsu di antara 11 bersaudara. Ia sudah yatim piatu sejak berusia enam tahun. Sempat menjadi tukang sepatu, berangkat ke Jakarta setamat SMA dan melamar ke studio Golden Arrow. Mulai sebagai tukang sapu, kemudian menjadi penerjemah film dari Mandarin ke Indonesia, lalu sebagai editor. Disamping bahasa Cina, lelaki tinggi besar 170 cm dengan berat 83 kg ini menguasai pula bahasa Inggris dan Belanda.
 
Dimulai dengan Sepiring Nasi(1955), lalu Istana Hilang, produksi Aries Film (1961), sampai dengan 1984 tercatat 22 film lahir dari tangannya. Tetapi yang paling melekat dalam ingatannya adalah film-film : Mama, Tokoh, Perkawinan, Pengantin Remajasemua tahun 1972. Lalu Senyum di Pagi Bulan Desember, Kugapai Cintamu (1974), Cinta(1975), Laki-laki Tak Bernama dan Pengemis dan Tukang Becak(1975). Pada tahun 1984 lahir Kabut Perkawian, produksi PT Virgo Putra Film.
 
Cukup pahit ia di masa kecil dan remaja. Rumah tangganya berantakan dua kali. Perkawinannya dengan R.O. Unarsih, yang dikaruniai seorang anak perempuan, Maria, patah di tengah. Kemudian mempersunting bintang orbitannya sendiri, Paula Rumakoy, juga gagal. Pada sekitar 1978, ia sakit berat sampai di rawat di RS Husada karena menderita ginjal, liver, dan magg. Saat itu ia merasa ditinggalkan oleh para sahabatnya, termasuk Paula.
 
(Apa & Siapa Sejumlah orang Indonesia 1985-1986)

You may also like...

Leave a Reply