Yon Koeswoyo

Nama :
Yon Koeswoyo
 
Lahir :
Tuban, Jawa Timur,
 27 September 1940
 
Pendidikan :
SD di Tuban,
SMP di Jakarta,
SMA di Jakarta,
Universitas Res Publica jurusan Arsitektur
(tidak selesai)
 
Profesi :
Pencipta Lagu,
Penyanyi
 


Yon Koeswoyo
 
 
Yon merupakan satu-satunya anggota keluarga Koeswoyo yang sampai hari ini masih aktif bernyanyi dengan membawa nama Koes Plus. Sepeninggal Tony Koeswoyo pada tahun 1987, Koes Plus sebagai grup musik praktis menyurut. Sejak itu Yon hidup dengan usaha jual-beli mobil. Dia juga mendapat penghasilan dari menyewakan rumah.
 
Tahun1993 menjadi kebangkitan bagi Koes Plus. Saat itu Koes Plus tampil dengan formasi Yon, Yok, Murry, plus personel pendukung yang berganti-ganti dari waktu ke waktu. Yok bergabung untuk beberapa waktu sebelum kemudian mundur. Koes Plus terus bernyanyi digawangi Yon dan Murry plus dua pemain lain. Koes Plus yang jaya pada era 1970-an, pada medio 1990-an bermain di kafe sebagai band yang dinikmati sebagai grup nostalgia. Akan tetapi, diakui Yon, penampilan Koes Plus versi nostalgia itu menambah penghasilan yang berarti. Betapa tidak. Yon pada pertengahan 1990-an hidup pas-pasan. Ketika istrinya melahirkan, Yon tidak mempunyai uang sama sekali. “Untuk membayar rumah sakit bersalin sebesar satu setengah juta rupiah aku harus meminjam uang,” cerita Yon.
 

Sampai hari ini Koes Plus masih bertahan dengan Yon Koeswoyo sebagai satu-satunya personel asli. Yon tampil dengan pemain muda yang berusia sekitar 25 tahun. Rasa Koes Plus masih terasa karena kebetulan suara Yon menjadi salah satu unsur pembangun karakter Koes Plus. Dalam Koes Plus, suara Yon memang dominan meski Yok, Tony, dan bahkan Murry juga tampil sebagai penyanyi. Sekadar contoh, lagu Kolam Susu dilantunkan suara Yok. Suara Tony terdengar lewat Keroncong Pertemuan. Vokal Yon mendominasi pada sebagian besar lagu kondang Koes Plus seperti Kembali Ke Jakarta, Kisah Sedih di Hari Minggu, Diana, atau juga Hidup Yang Sepi.
 

 
Kini, selain tampil dalam format Koes Plus, Yon juga tampil sebagai penyanyi tunggal lewat album Hanya Mimpi. Usia Yon kini 64 tahun, tetapi penampilannya terkesan jauh lebih muda. Kata Yon, itu karena terbawa penampilan sang istri, Bonita, yang masih muda. “Tetapi, yang penting saya tidak pernah berpikiran bahwa saya sudah tua,” kata Yon yang ditemui di rumahnya yang luas dan teduh di kawasan Pamulang, Tangerang, Banten. Di rumah kebun seluas 2.500 meter persegi itu Yon setiap hari menyapu dan memotong rumput. Itulah yang konon membuat saraf dan ototnya bergerak dan hidup. Dia menjalani hidup dengan rasa syukur dan optimistis
 
Yon tidak terjebak pada sindroma kejayaan Koes Bersaudara atau Koes Plus. Sikap itulah yang menurut Yon membuat dirinya ayem. Yon juga tidak meratapi nasib, misalnya tentang lagu-lagu ciptaan Koes Plus yang jika diukur dari royalti seharusnya memberi kesejahteraan para penciptanya. Dia memilih mengambil hikmah. Yang penting baginya lagu-lagu Koes Plus menghibur rakyat, meski penciptanya tidak mendapat penghargaan layak secara ekonomi. “Saya yakin, seyakin-yakinnya, kalau lagu-lagu itu memang milik kami, maka walau diapa-apain, suatu saat nanti pasti akan kembali menjadi milik kami,” kata Yon optimistis seperti lagunya.
 
Ia pun berjanji, akan tetap menyanyi dan berkarya sampai ajal menjemputnya. “Saya tidak pernah berpikir bahwa saya sudah tua,” kata seniman yang kini mulai menggeluti dunia lukis itu.
 
(Dari Berbagai Sumber)
 

You may also like...