Yudistira Sjuman

Koreografer Tari
 Yudistira Sjuman
 
 
 
Mulai menekuni tari balet pada usia 17 tahun di sekolah ballet Sumber Cipta dengan asuhan Farida Oetoyo dan Iko Sidharta. Tahun 1989, ia melanjutkan pendidikan tarinya di Folkwang Hochscule Essen, Jerman. Disana ia mendapat teknik tari ballet klasik dari Bojan Jotov, Folkdance dan Flamenco dari Juan Alarcon dan teknik tari modern dari Jean Cebron, Malou, Airdoudou, dan Dominic Mercy.
 
Selama menimba ilmu di Jerman, putra dari maestro balet Farida Oetoyo (alm) ini, ia telah menciptakan dua karya yaitu, ‘Lullabye Jerman’ (1992) dan ‘Bulan Jerman’ (1993). Pengalaman menarinya di mancanegara cukup banyak, ia pernah bergabung dengan Company Folkwang Tanz Studio selama 2 tahun dan tour keliling Swiss, Perancis, Italia, dan Rusia. Pada lawatan itu ia menampilkan karya-karya Urs Dietrich, Susanne Linke, Olimpia Scardi, Reiner Behr, Marc Sieczkarek dan Rafaelle Giordano. Ia pernah bekerja di Italia dengan Roberto Graiff serta membuat film pendek dengan Irene Stage di Kopenhagen, Denmark.


Women

Tahun 1994, ia lulus sebagai penari, dan kembali ke Indonesia. Tahun 1995, pada festival tari kontemporer di Padang ia menciptakan ‘Lullabye I’. Tiga tahun kemudian, 1998, karyanya ‘Lullabye II’ dipentaskan oleh Kreativitaet Dance Indonesia di Jakarta. Pada Indonesian Dance Festival tahun 1999, karyanya berjudul ‘Miauw’ dipentaskan.

 
Masih dengan Kreativitaet Dance Indonesia di Jakarta pada tahun 2000, karyanya yang berjudul ‘Sketsa Maya’ dan ‘Resah’ dibawakan. Sejak memasuki tahun 2000, hampir tiap tahun ia berkarya. Tahun 2002, karya tarinya ‘Mariyah dan Anto’ dipentaskan di Teater Utan Kayu oleh Kreativitaet Dance. ‘Nora Jones’ dan ‘Aku’ dipentaskan di Toko Buku QB di tahun 2003.
 
Di tahun yang sama, pada acara launcing Microsoft bertempat di gedung Arsip nasional, ia kembali berkarya dengan judul tari ‘Madonna’. Sebagai penari dengan pengalaman internasional, ia juga menari untuk koreografer Indonesia, antara lain Farida Oetojo, Boi G. Sakti, Yanti Aranditio, dan Iko Sidharta. Hingga kini ilmunya ia tularkan pada murid-muridnya dengan mengajar teknik di Kreativitaet Dance Indonesia dan mengajar tari modern di Sekolah tari Sumber Cipta.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Nama :
Arya Yudistira Syuman
 
Lahir :
Jakarta, 11 November 1968
 
Pendidikan :
Folkwang hochscule Essen, Jerman Barat (1989)
 
Aktifitas Lain :
Anggota Komite Teater DKJ (2009-2012)
 
Karya :
Lullabye Jerman (1992),
Bulan Jerman (1993),
Lullabye I (1995),
Lullabya II (1998),
Miauw (1999),
Sketsa Maya (2000),
Resah (2002),
Mariyah dan Anto (2002),
Nora Jones (2003),
Aku (2003),
Gerimis (2003),
Madonna (2003),
Women
 

You may also like...