Tony Prabowo

Nama :
Tony Prabowo
 
Lahir :
Malang, Jawa Timur, 1956
 
Pendidikan :
Insitut Kesenian Jakarta
 
Profesi :
Komponis,
Kurator Bidang Tari dan Musik di Komunitas Salihara
 
Penghargaan :
Grant dari the Ford Foundation dan the Asian Cultural Council,
Choral Work Meditation on Lu Xun II  mendapat penghargaan dalam sebuah festival di Linz Austria
 
Karya :
Dongen Sebelum Tidur (1992),
Autumnal Steps (1996),
Requiem for Orchestra (1998)
The King’s Witch (bersama Goenawan Mohamad, 1999),
 Choral Work Meditation on Lu Xun II,
Kali  (bersama Goenawan Mohamad),
Tan Malaka ((bersama Goenawan Mohamad)
 


Komponis
 Tony Prabowo
 
 
 
Dikenal sebagai komposer musik instrumental yang menggabungkan unsur-unsur musik tradisional Indonesia dengan musik internasional. Lahir di kota Malang, Jawa Timur, tahun 1956. Belajar musik dibawah bimbingan komponis Slamet Abdul Syukur, seorang komponis Indonesia yang telah banyak berkolaborasi dengan koreografer tari, sutradara teater, pembuat film dan seniman lainnya.
 
Sebagai komponis, ia banyak berkolaborasi dengan seniman dari disiplin seni lain, teater, film, tari dan sastra. Dongeng Sebelum Tidur (1992) untuk soprano dan amsambel campuran, diilhami puisi Goenawan Mohamad. Karya ini pada 1996, dimainkan di Jakarta dan Belanda. Karya ini juga ditampilkan oleh The New Juilliard Ensemble di Alice Tully Hall, Lincoln Center, New York, USA.
 
Autumnal Steps (1996), sebuah karya orkes lengkap, dipentaskan perdana oleh The New Juiliard Ensemble, Orkestra ISI Yogyakarta dan pada 1997 dimainkan oleh Seattle Creative Orchestra. Requiem for Strings (1998), dipentaskan oleh Deutsche Kammerphilharmonic Bremen di Jakarta, dan pada 1999 dimainkan oleh Fellows of the Tanglewood Music Center di Festival of Contemporary Music, Tanglewood, dengan konduktor Tan Dun. Pada tahun 2005, karya Requiem for Strings dimainkan oleh Den Haag National Orchestra, Belanda.    
 
Karya-karya Tony Prabowo telah tampil pada setiap festival internasional bergengsi di Indonesia, termasuk Art Summit 1998 dan Sacred Rhythm Millennial Percussion Festival di Bali. Selain bermusik dengan gaya ensemble Barat, dia juga membuat komposisi kontemporer yang unik bersama musisi tradisional Indonesia. Karya-karya Tony Prabowo selalu dibawakan oleh grup the New Jakarta Ensemble, sebuah grup yang didirikan olehnya tahun 1996, grup musik ini telah tampil di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat dan telah mengeluarkan album CD pertamanya, berjudul Commonality yang direkam oleh Siam Records.
 
Karya Tony Prabowo telah dimainkan di Amerika Serikat, Eropa, Australia dan Korea Selatan. Pertama kali datang ke Amerika Serikat untuk berkolaborasi dalam sebuah pertunjukkan teater di New York International of the Arts pada tahun 1998. Sejak saat itu dia banyak berkolaborasi dengan musisi Amerika Serikat, diantaranya dengan Karen Williams dan Tom Andrew’s experimental play Blurred Vision (DKJ, Theater for the New City, NYC), Visible Religion bersama komponis Jarrad Powell dan Gamelan Pacifica (Seattle, Minneapolis dan Chicago), Empty Tradition, komposisi yang dia buat tahun 19888 bersama koreografer Cina-Amerika, Yin Mei pada (The Asia Society, NYC and Jacob’s Pillow Dance Festival l0 dan Kali : An Experimental Opera, komposisi yang dia buat tahun 2000  bersama koreografer Mary Sheldon, komposer Jarrad Powel dan Goenawan Muhamad (On the Boards, Seattle). 
 
Juga menaruh perhatian pada musik vokal, Opera pertamanya, The King’s Witch (1999), telah dibawakan oleh the New Julliard Ensemble di Alice Trully Hall pada bulan Juli 2000, karyanya Choral Work Meditation on Lu Xun II mendapat penghargaan pada sebuah festival di Linz, Austria.  Karyanya, Viola Pieces Commonality I, Music for Multiple Violas I and II ditampilkan oleh Stephanie Griffin di New York, Seattle, Chicago dan Jakarta
 
Mendapatkan grant dari the Ford Foundation dan the Asian Cultural Council, tinggal di New York, USA dari Oktober 1997 sampai April 1998 untuk bertemu dan belajar dari komposer di Amerika Serikat.  Telah menulis tiga opera dari libretto karya Goenawan Mohamad, The King’s Witch, Kali dan Tan Malaka. Saat ini menjadi kurator bidang tari dan musik di Komunitas Salihara.  
 
                                                                               (Dari Berbagai Sumber)       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *