Icikibung

image

Icikibung merupakan hiburan segar bagi masyarakat yang dekat dengan sungai. Berawal dari beberapa gadis desa yang sedang mandi di sungai. Mereka sambil mandi bersama temannya saling mencipratkan air. Karena gerakan tangan para gadis desa tersebut terdengar bunyi “pong pak pong pak dan ting pong ting pak ting pong ting pak”.
Selanjutnya karena makin di senangi masyarakat, selain karena gerakan tangan para gadis tersebut, di Iengkapi beberapa waditra yang terbuat dari bambu. Bentuknya seperti Lodong yang dinamakan Kele (lebih kecil dari Kele biasa, yaitu bumbung bambu untuk mengambil air dari sungai).
Permukaan dari Kele yang tidak ada pongpoknya (tidak tertutup) dipukulkan ke permukaan air dan terdengarlah bunyi “bum bem bum bem”.
Pertunjukkan ini ada dalam acara hiburan sebelum khitanan anak. Ketika obat penawar sakit belum ada, si anak yang akan di sunat, didinginkan dahulu di sungai (di baalan). Maksudnya ketika si anak di khitan, rasa sakitnya berkurang atau sama sekali tidak terasa. Pada waktu si anak yang akan di khitan berendam di sungai, maka rombongan kesenian Icikibung ini ikut bergabung. Sehingga mengundang masyarakat ingin menyaksikannya.
Ketika si anak selesai di khitan, masyarakat yang ikut menonton tadi, Iangsung memberikan hadiah berupa uang kepada si anak yang di khitan (nyecep).
Jadi seni Icikibung selain merupakan hiburan, juga sebagai alat untuk menarik perhatian para tetangga. Karena secara tidak Iangsung mereka pun di tuntut untuk memberikan panyecep kepada anak yang di sunat tersebut.
Lokasi:  Kampung Sirnaresmi, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut

Terima kasih telah mengunjungi m2indonesia.com

You may also like...

Leave a Reply