Pantai Karang Nini

image

Wana wisata Karang Nini terletak di areal hutan produksi yang pengelolaanya oleh Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Ciamis tepatnya di desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran dengan luas areal ± 75 Ha dan wana wisata pantai Karang Nini ini diresmikan oleh Direktur Utama Perhutani (Ir. Hartono Widjodarmodjo, MA)  pada hari Rabu tanggal 25 September 1985.
Aksesibilitas wana wisata Karang Nini ini terletak dijalur  jalan wisata pantai Pangandaran yang mana letaknya kearah jalan desa sejauh ± 2,5 km dimana infrastruktur menuju lokasi kurang baik, arah menuju lokasi dari pantai Pangandaran ± 9 km,  alat transportasi menuju lokasi dicapai melalui alat transportasi umum, baik itu bis, mini bis maupun elf dan dapat ditempuh melalui :
1.Garut – Tasikmalaya – Banjar – Ciamis – Kalipucang – lokasi objek sejauh  ±170 km
2.Bandung – Tasikmalaya – Banjar – Ciamis – Kalipucang – lokasi objek sejauh ± 210 km
3.Cirebon – Kuningan – Ciamis – Banjar – Kalipucang – lokasi objek sejauh ± 170 km
Potensi objek wisata ini adalah pantai yang membentang luas dengan batu karang sebagai tempat view ke arah pantai yang mana wana wisata Karang Nini ini merupakan objek wisata yang mampu menarik wisatawan sebanyak-banyaknya.
Wana wisata pantai Karang Nini memiliki fasilitas kantor informasi tentang wana wisata pantai Karang Nini, pondok wisata, mushola, warung/kedai, camping ground, play ground dan areal parkir seluas ± 300 meter, disamping itu pula di kawasan wana wisata pantai Karang Nini terdapat situs tempat ziarah makam  Syech Wali Kutub Cikabuyutan dan Anggasinga Wencana Bagaspati serta adanya hutan mangrove dan hutan tanaman jati sehingga wisatawan bisa mengamati atau mengobservasi jenis tumbuhan jati dan mahoni bahkan wisatawan bisa mengamati proses kegiatan pengelolaan hutan tanaman jati atau teak planttation forest management mulai dari kegiatan persemaian, pemeliharaan hutan sampai dengan kegiatan produksi. Disekitar hutan wana wisata pantai Karang Nini juga terdapat juga fauna yang sering dijumpai seperti kera dan lutung sedangkan satwa lain dikawasan wisata Karang Nini terdapat diantaranya landak, trenggiling, kancil dan ayam hutan.
Disamping itu pula di kawasan wisata pantai Karang Nini terdapat terowongan kereta api tua yang sudah tidak berfungsi lagi sejak tanggal 3 Pebruari 1981 oleh karena biaya operasionalnya yang tinggi. Terowongan kereta api tua ini bernama terowongan Wilhelmina yang mana terowongan kereta api ini merupakan terowongan terpanjang di Indonesia sejauh 1116 meter yang dibangun dalam rangka mendukung jalur kereta api rute Banjar – Cijulang sejauh ± 82 km, lokasi terowongan tua ini terletak diperbatasan antara desa Bagolo dan desa Emplak, Kabupaten Ciamis. Terowongan kereta api tua ini dibangun pada tahun 1914 oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen yang digunakan pada tanggal 1 Januari 1921.
Legenda dari pantai Karang Nini, yang konon menurut cerita masyarakat bahwa di kampung yang bernama Emplak atau Karang Tanjung tinggallah sepasang aki dan nini yang sakti bernama ambu kolot dan arga plara, kegemaran dari si aki adalah memancing ikan di laut, seperti biasanya pada suatu hari si aki pergi memancing sementara si nini menunggu di rumahnya, hari sudah petang si aki belum pulang pulang juga sehingga hati si nini menjadi gelisah dan dan khawatir terjadi sesuatu terhadap diri si aki, maka si nini menelusurinya sepanjang pantai sambil memanggi si aki diantara deburan ombak pantai namun malang sampai berganti malam si aki tetap tidak ditemukan dan penduduk setempat ikut membantu mencari si aki sampai penduduk sudah putus asa tidak menemukan si aki sehingga ditinggallah si nini di tepi pantai.
Dengan kesaktian si nini, maka memohon kepada sang ratu laut kidul agar bisa dipertemukan dengan si aki bagaimanapun keadaan si aki,tidak berapa lama kemudian menjelmalah dihadapan si nini sebuah batu karang dalam keadaan mengambang sebagai perwujudan jasad si aki yang saat ini batu karang tersebut bernama “Bale Kambang” yang konon jika berdiri di atas batu karang tersebut akan terasa seolah – olah bergoyang.
Didorong oleh keinginan untuk membuktikan rasa cinta si nini kepada si aki sekaligus sebagai bentuk kesetiaannya, maka si nini bersemedi kembali memohon kepada nyi loro kidul agar dirinya selalu dekat dengan si aki, maka menjelmalah batu karang yang menghadap ke laut  arah Bale Kambang.
Kisah kasih sini dan si aki tersebut sampai saat ini masih kokoh terabadikan melalui 2 (dua) batu karang, yaitu Batu Karang Nini dan Bale Kambang.
Objek Wisata Karang Nini memiliki kendala kurang baiknya  infrastruktur menuju lokasi dan belum tertata dengan baik sesuai dengan standar pariwisata sehingga perlu dibenahi dan dikaji serta perlu adanya sinergitas kebijakan yang harmonis dan tersinkronisasi secara konstruktif yang membangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam rangka membangun objek wisata Karang Nini sebagai bagian dari kawasan wisata unggulan Pangandaran yang diharapkan akan menjadikan salah satu kawasan wisata berkelas internasional.
Salah satu upaya menuju pariwisata berkelas dunia,  peranan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata perlu disiapkan selain pembangunan infrastruktur menuju lokasi objek juga pemahaman sadar wisata bagi masyarakat sekitarnya perlu ditingkatkan akan pentingnya keberadaan objek wisata di sekitar kawasan wisata Pangandaran sekaligus pemahaman Sapta Pesona, yaitu aman, nyaman, bersih, sejuk, indah, tertib dan kenangan yang menyenangkan bagi pengunjung atau wisatawan perlu diperhatikan baik itu berupa cinderamata maupun suasana lingkungan disekitar objek wisata, hal tersebut kedepan sekitar kawasan wisata Pangandaran dapat dijadikan primadona unggulan pariwisata Jawa Barat  sebagai bagian mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat disekitar kawasan wisata Pangandaran.
Kawasan wisata Pangandaran dapat dijadikan satu paket wisata unggulan untuk menarik wisatawan, mulai dari paket wisata pantai Pangandaran, Green Canyon, Batu Hiu,  Pantai Karang Nini dan objek wisata lainnya di sekitar kawasan wisata Pangandaran, dan bilamana ditata dengan baik dari semua sektor, maka akan menjadikan kawasan wisata yang tidak kalah dengan kawasan wisata di Bali.

Koordinat : 7 41′ 1″ S, 108 44′ 11″ E
Telepon: 0265 – 771042
Arah: 45 Km dari Kota Banjar menuju Pangandaran, 200 km atau 80 km dari kota Ciamis, 10 km dari Pantai Pangandaran ke arah timur
Informasi Lebih Lanjut: Kantor Perum Perhutani KPH Ciamis, Jl. Raya Ciamis Banjar Km. 2 Kertasari Ciamis

 

Terima kasih telah mengunjungi m2indonesia.com

You may also like...

Leave a Reply