Topeng Dinaan Indramayu

image

Daya tarik dari pertunjukan seni ini adalah perpaduan watak dari setiap penari topengnya yang berbeda. Perbedaan watak tersebut dikemas dengan apik sebagai pembuka pertunjukan wayang kulit.  Watak tari topeng tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut:
a.    Tari Topeng Panji yang melambangkan bahwa manusia itu harus berkelakuan baik serta berwatak lungguh dan tenang.
b.    Tari Topeng Pamindo yang melambangkan orang yang sedang beranjak remaja dan berwatak Ganjen (Lincah).
c.    Tari Topeng Rumiang yang melambangkan orang yang sedang beranjak dewasa yang wataknya Ganjen.
d.    Tari Topeng Tumenggung yang melambangkan orang yang sudah dewasa, mapan dan mempunyai keyakinan yang teguh.
e.    Tari Topeng Kelana yang melambangkan orang yang sudah menguasai waktu dan wataknya penuh dengan garang.
Pertunjukkan Topeng Dinaan Indramayu dilaksanakan sedina atau sedinten (semalam suntuk), yaitu sebelum pementasan Wayang Kulit pada Upacara Babarit, yaitu kebiasaan para petani pada saat Padi Nyidam (hamil, mulai berisi) atau Ngidam. Mereka menyimpan Kendi (jambangan tempat air) yang telah diisi dengan air dan ditutup dengan Daun Hanjuang yang diletakkan di depan layar Wayang Kulit.
Waditra yang digunakannya terdiri dari seperangkat Gamelan Prawa lengkap, yaitu Bonang Besar, Bonang Rincik, Saron I dan Saron II, Panerus Peking, Kedemung, Jenglong, Kebluk, Kecrek, Suling,dan satu set kendang. Adapun busana para penarinya terdiri dari Tekes atau Sobrah, Baju Kutung yang berhiaskan mute yang gemerlapan, celana sontog, kain batik, mongkrong dan dasi.
Lokasi:  seluruh Kabupaten Indramayu

Terima kasih telah mengunjungi m2indonesia.com

You may also like...

Leave a Reply