Trimawarsanti

Nama :
Maria Sofia Trimawarsanti Soewito
 
Lahir :
Jambi, 25 Mei 1968
 
Pendidikan :
Akademi Keuangan dan Perbankan Borobudur
  
Karya :
Tari Tjiplik Tjiplok (1990),
Tari Githek Pasetih (1991),
Tari Kembang Kemor (1991),
Tari Tie Tie Beni (1994),
Tari Topeng Ubrug (1994),
Tari Rancag Pasetih (1997),
Tari Keneung Merah (2000),
Galau………. Galau (2003)
 
Pencapaian :
Juara I Lomba Tari Jawa Tingkat Remaja se Jakarta Timur dan se DKI Jakarta (1984),
Juara I tari Sunda tingkat remaja untuk Jakarta Timur dan DKI Jakarta tahun 1988,
Juara II pada Festival Tari Remaja (1991),
Juara III pada Festival Tari Remaja (1991),
 

Penari dan Koreografer
Trimawarsanti
 
 
 
Lahir di Jambi 25 Mei 1968. Lulusan Akademi Keuangan dan Perbankan Borobudur ini mengenal seni tari di usia 6 tahun. Di awali dengan mengikuti kursus tari Bali, di Sanggar Taruna Mekar di bawah pimpinan I Wayan Dharma (alm), dan di Sanggar Widya Budaya dengan Pelatih Ni Ketut Sukarni dan IGB Perbawa. Pada usia 9 tahun, ia mulai mengikuti tari Jawa di Sanggar Wrahatnala pimpinan Alm. S. Praptono dan di Sanggar Aruni dengan pelatih Elly D. Luthan.
 
Di samping itu ia juga belajar tari Sunda Klasik dengan pelatih Elly Pasha. Masih tetap melirik tari dengan budaya asli Indonesia, ia pun mempelajari tari Minang dan Betawi. Dari Wiwik Widyastuti, ia menimba ilmu tari Betawi. Dari Wiwik pula, Santi mulai membuat karya tari, dan ditahun yang sama 1990 ia mendirikan Sanggar Mawar Budaya. Dengan Tom Ibnur dan Deddy Luthan, ia belajar tari Minang. Dan hingga saat ini ia masih aktif di Komunitas Deddy Luthan Dance Company.
 

Prestasi demi prestasi diraihnya. Sejak tahun 1984 di usia yang masih remaja, ia menyabet Juara I Lomba Tari Jawa Tingkat Remaja se Jakarta Timur dan se DKI Jakarta. Dari tahun 1985 hingga 1987, ia telah langganan menjadi juara pada Lomba Tari Bali, baik tingkat Daerah atau DKI. Pada tahun 1988, ia juara I untuk tari Sunda, tingkat Remaja untuk Jakarta Timur dan DKI Jakarta.


Galau…Galau (2003)

 
Karya yang telah diciptakan juga sudah cukup banyak. Tari ‘Tjiplik Tjiplok’ adalah karya pertamanya yang diciptakan pada tahun 1990, karya ini diikutsertakan pada Festival Karya Tari Remaja 1990 dan mendapat Juara Harapan II. Tahun berikutnya, karyanya dengan judul Tari ‘Githek Pasetih’ yang untuk kali ini pada Festival tari Remaja 1991, ia meraih juara II. Di tahun dan event yang sama Tari ‘Kembang Kemor’ mendapat Juara III. Pada Festival Karya Tari remaja kategori tari anak tahun 1994, karyanya Tari ‘Tie Tie Beni’ mendapat juara Harapan I. Masih di tahun 1994, Tari ‘Topeng Ubrug’ pada Festival Karya Tari Remaja mendapat juara II dan di ikut sertakan pada Parade Tari Daerah mewakili Propinsi DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, dan mendapat peringkat 10 besar.
 
Tahun 1997 Tari ‘Rancag Pasetih’ dan tahun 2000 dengan karya Tari ‘Keneung Merah’ diikutsertakan pada Parade Tari Daerah di Taman Mini Indonesia Indah, dan kembali ia mendapat peringkat 10 besar. Selain menari, ia juga aktif berperan sebagai koreografer. Beberapa diantaranya dalam rangka Produksi Tari Natya Jaya Purbawarman dalam rangka HUT ke-28 TMII pada tahun 2003, dan Penata Tari dalam Sendratari Natya Jaya Nusantara dalam rangka Gelar Karya Seni di Gelora Bung Karno tanggal 19 Agustus 2003. Ia juga sering mengikuti misi kesenian dan kebudayaan, baik dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Pelangi Nusantara, dan Dinas Pariwisata. Australia, Taiwan, Swiss, Korea, Jepang, Singapura, Tunisia, Tiongkok , Afrika Selatan, Malaysia, pernah disambanginya dalam rangka membawa misi budaya.
 
(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *