Wigandi Wangsaatmaja

Nama :
Wigandi Wangsaatmaja
 
Lahir :
Bandung, Jawa Barat,
 16 Maret 1933
 
Pendidikan :
HIS, Rancaekek, Bandung,
STAIN (tidak selesai)
 
Aktifitas lain :
Pembina sandiwara Sunda, Pelatih tari di perkumpulan Wirahma Sari
Bekerja di perusahaan pertanian dan peternakan Wisma Gembala Cisarua, Cimahi (1959-1961),
Direktur CV Djasa
(1961-1964),
Penata Usaha Majalah Sunda (1965-1967),
Kepala Direktorat Pendidikan Dasar, Lanjutan dan Kejuruan Pasundan (1968-1983),
Wakil Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Jawa Barat
(sejak 1975),
Direktur Pengelola Gedung YPK (sejak tahun 1974),
Direktur PT Harapan Masa Cabang Jawa Barat
(sejak 1980),
Anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi Golkar
(1971-1982),
Anggota pengurus Dewan Pertimbangan Kebudayaan Jawa Barat (1968-1974)
 
Karya Tari :
Tari Tumenggung,
Tari Topeng untuk anak-anak, remaja dan dewasa,
Tari Puspita Dewi,
Tari Puspariang

Seniman Tari
Wigandi Wangsaatmaja
 
 
 
Lahir di Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 1933. Ketika duduk di HIS Pasundan Rancaekek (1942), ia belajar menari kepada R. Sambas Wirakusumah. Tahun 1950, belajar menari di Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung dengan pelatih Boma Rubama dan ibu Ami dari Cirebon (1956), berguru kepada R. Cece Somantri di Badan Kesenian Indonesia (1952-1955) dan berguru kepada Enoh Atmadibarata dan R. Ustamikl di Wirahma Sari Bandung.
 
Di samping tari, ia pun mahir menembang Sunda, keahliannya ini ia pelajari dari R. Entip Suarakusumah di Bandung (1952-1955) dan dari Bohim di Cianjur (1962-1964). Selain itu, ia juga dapat bermain gamelan sunda, kemampuan ini ia pelajari dari Yayasan Pusat Kebudayaan dengan pelatih Oman Suganda (1951-1955) dan Encar Camedi di Binong, Bandung. Ia juga mampu berpencak silat yang dipelajari dari R. Angga Adibrata dan R. Popo Sumadipradja.
 
Sempat menjadi pelatih tari di perkumpulan Wirahma Sari dan perkumpulan lain secara insidental dan menjadi Pembina sandiwara Sunda di Bandung. Ia telah menciptakan sejumlah karya tari antara lain: tari ‘Tumenggung’, tari ‘Topeng untuk anak-anak, remaja dan dewasa’, tari ‘Puspita Dewi’ dan ‘Puspariang’. Menjadi penata tari, sutradara dan penari tokoh Rahwana dalam Sendratari Ramayanaversi Sunda yang diikutkan dalam Festival Internasional Ramayana di Pandaan, Jawa Timur.
 
Ia pun aktif dibeberapa organisasi, bekerja di perusahaan pertanian dan peternakan Wisma Gembaladi Cisarua, Cimahi (1959-1961), menjadi Direktur CV Djasa (1961-1964), sebagai Penata Usaha Majalah Sunda (1965-1967), Kepala Direktorat Pendidikan Dasar, Lanjutan dan Kejuruan Pasundan (1968-1983) dan menjadi Wakil Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Jawa Barat (sejak 1975),
 
Pernah menjabat sebagai Direktur Pengelola Gedung YPK (sejak tahun 1974), Direktur PT Harapan Masa Cabang Jawa Barat (sejak 1980), anggota DPRD Jawa Barat dari fraksi Golkar (1971-1982) serta menjadi anggota pengurus Dewan Pertimbangan Kebudayaan Jawa Barat (1968-1974).
 
(Ensiklopedi Sunda, Alam, Manusia dan Budaya)
 
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *